Sukses

Perayaan HUT Jakarta Berharga RP 3,5 Miliar

Liputan6.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengalokasikan dana untuk perayaan hari ulang tahun ke-477 Kota Jakarta sebanyak Rp 3,5 miliar. Dana tersebut berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Acara resepsi di Balai Kota Jakarta menghabiskan dana Rp 1 miliar dan Rp 2,5 miliar sisanya untuk penyelenggaraan lomba lari Jakarta International 10K. Demikian laporan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD di Jakarta, Selasa (22/6).

Dalam laporan pidatonya, Sutiyoso juga mengungkapkan beberapa persoalan kependudukan dan transportasi yang dihadapi Pemprov DKI Jakarta. Khusus untuk masalah transportasi, sosok yang akrab dipanggil Bang Yos itu mengaku akan kembali membangun jalur Bus Transjakarta dan Monorail untuk mengatasi kemacetan. Dalam kesempatan tersebut, Bang Yos juga menyatakan Pemprov setempat akan menggelar hiburan gratis di Monumen Nasional, berupa acara musik dan pesta kembang api.

Rapat paripurna istimewa itu sengaja digelar dalam rangka HUT ke-477 Kota Jakarta yang jatuh pada hari ini. Rapat tersebut dihadiri Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno, beberapa mantan gubernur Jakarta, dan sejumlah perwakilan kota yang menjadi Sister City atau Twinning City (kerja sama antarkota) Jakarta. Berdasarkan informasi yang dihimpun Liputan6.com, Kota Jakarta mempunyai sebelas Sister Cities, yakni Los Angeles (Amerika Serikat), Rotterdam (Belanda), Berlin (Jerman), Paris (Prancis), Athena (Yunani), Tokyo (Jepang), Seoul (Korea Selatan), Beijing (Cina), Bangkok (Thailand), Casablanca (Maroko), dan Jeddah (Arab Saudi).

Dana yang dianggarkan Pemprov Jakarta memang menjadikan perayaan ultah Kota Jakarta tahun ini menjadi meriah. Di antaranya adalah lomba lari Jakarta International 10K yang diikuti berbagai pelari mancanegara, Ahad silam [baca: Sammy Kipruto Juara Jakarta International 10K]. Pelari asal Kenya Sammy Kipruto menjuarai Jakarta International 10K dalam waktu 29 menit 48 detik. Tempat kedua dan ketiga diraih pelari Tanzania, Martin Solle dan Sizey Bezebeh dari Australia.(YAN/Dewvina Oktora dan Agus Ginanjar)