Pengemudi Rush Babak Belur Dihajar Polisi, Diduga Salah Tangkap

R, yang membawa mobil Toyota Rush hitam dituduh bagian dari komplotan pencurian mobil di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Diterbitkan 13 Oktober 2013, 12:06 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
R (26), diduga menjadi korban salah tangkap anggota polisi semalam. R yang kini babak belur dihajar 2 anggota polisi saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Pelabuhan, Jakarta Utara. Keluarga melaporkan kasus ini ke Polres Jakarta Utara.

"Saya saat ini sudah di Polres Jakarta Utara untuk melaporkan kasus dugaan salah tangkap adik saya," kata Ostin Napitupulu dalam perbincangan dengan Liputan6.com, Minggu (13/10/2013).

Ostin menceritakan sedikit kronologi penganiayaan adiknya semalam usai menonton laga sepakbola antara Timnas U-19 Indonesia melawan Korea Selatan. Peristiwa terjadi di saat R nonton bola di kediaman kekasihnya di kawasan Koja, Jakarta Utara.

R, yang membawa mobil Toyota Rush hitam dituduh bagian dari komplotan pencurian mobil di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Usai menonton bola itulah, 2 anggota polisi memakai mobil datang menghampiri.

"Adik saya masih di dalam mobil, lalu tiba-tiba ditembak begitu saja. Mobilnya bolong semua. Adik saya panik dan langsung tancap gas keliling perumahan," cerita Ostin. R nyaris diamuk massa karena diteriaki maling. Beruntung, warga setempat ada yang mengenali karena R sering mendatangi rumah kekasihnya itu.

"Akhirnya adik saya dibawa ke kantor RW. Di dalam ruang Ketua RW itu kemudian adik saya dipukul 2 anggota polisi. Dipukuli pakai gagang pistol," kata Ostin. Ostin berharap ada keadilan yang menimpa adiknya yang kini terbaring di RS Pelabuhan itu. Hingga kini, belum ada pihak kepolisian yang bisa dikonfirmasi. (Ism)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6