Anas Urbaningrum: &quotPengembalian Mobil Ini Urusan Enteng&quot

Pemberitaan sejumlah media massa mengenai kritikan pengadaan mobil telah membuatnya tersiksa dan mengganggu kinerja di KPU. "Anggota KPU tak gila fasilitas," kata Anas, serius.

Diterbitkan 09 Januari 2004, 20:12 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Pengadaan fasilitas mobil untuk memperlancar kinerja anggota Komisi Pemilihan Umum mendapat reaksi keras masyarakat. Kritikan yang menyebutkan pengadaan tersebut sebagai menghambur-hamburkan uang terus mengalir deras. Tak heran, jika segelintir anggota KPU mulai gerah mendengar kritikan tersebut. Sebut saja, anggota KPU Anas Urbaningrum yang mengembalikan jatah mobil dinas baru Toyota Kijang GL LGX yang diterimanya. Tak hanya itu, Anas juga berjanji tak akan menggunakan fasilitas lain yang diberikan KPU kepada dirinya. "Pengembalian mobil ini sebenarnya urusan enteng," ujar Anas, saat berdialog dengan Bayu Sutiyono di Studio Liputan 6 SCTV, Jumat (9/1) petang.

Mobil dinas baru yang diterima Anas adalah fasilitas pengganti buat mobil Toyota Soluna yang selama ini dipakainya. Tanpa menyesalkan pengembalian fasilitas yang diterimanya itu, Anas menegaskan, selama ini dirinya masih bisa berkompromi untuk hal-hal yang bukan prinsipil, seperti pengadaan mobil dinas tadi. Apalagi, menurut dia, masih banyak persoalan yang lebih penting yang dihadapi KPU menjelang Pemilu 2004. Misalnya, mengenai pertanggungjawaban KPU atas penyelenggaraan pemilu mendatang. "Masih ada agenda yang lebih serius," kata Anas.

Kendati begitu, Ketua Kelompok Kerja Pendaftaran dan Penelitian Calon Legislatif KPU ini tak menampik jika pemberitaan sejumlah media massa mengenai pengadaan mobil baru tersebut membuatnya tersiksa. Apalagi, pemberitaan itu sudah mengganggu kinerja dan kehidupan keluarganya. "Saya ingin bekerja dengan tenang," ujar mantan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam periode 1997-1999.

Terlepas dari itu, Anas menilai kritikan yang kini mengalir sudah tak pada tempatnya. Apalagi kritikan yang menyebutkan anggota KPU sudah menjadi sosok kapitalis dan rakus, bagi pria berkacamata ini, sudah tak proporsional dan berlebihan. Pasalnya, jika melihat dari alokasi anggaran, pembelian kendaraan tersebut diambil dari anggaran penghematan mobil operasional sebesar Rp 13,5 miliar. Nah, Rp 3 miliar di antaranya memang diminta KPU kepada pemerintah untuk dibelikan mobil dinas. Ini dilakukan mengingat kerja KPU yang semakin berat. "Sesungguhnya tak berlebihan fasilitas tersebut diberikan," bela ayah dua anak ini.

Tapi, Anas menjelaskan, langkah mengembalikan fasilitas mobil yang telah ditempuhnya ini bukan sebagai aksi protes terhadap kritikan yang bertubi-tubi. Apalagi, untuk mencari popularitas atau sensasi. Namun, dirinya ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa tanpa fasilitas tersebut, kinerjanya tak akan menurun. Begitu juga dengan anggota lainnya. Karena itu, meski sudah dibahas dengan rekan-rekannya di KPU, Anas juga tak berharap rekan-rekan lainnya di KPU mengikuti langkahnya. "Anggota KPU tak gila fasilitas," kata suami Athiyyah Laila ini, serius.

Merujuk kejadian seperti ini, pria kelahiran Blitar, Jawa Timur, 15 Juli 1969, itu berharap para kritikus dapat mengeluarkan pendapat mereka dengan didasari dimensi yang membangun, bukannya saling menyalahkan. Apalagi, rumor yang beredar menyebutkan kritikan tersebut berasal dari kelompok-kelompok sakit hati atas kinerja KPU. Pada dasarnya, alumnus Universitas Airlangga ini berharap segenap bangsa bisa bersama-sama dapat bertanggung jawab atas pergelaran pesta demokrasi lima tahunan itu.

Seperti diketahui, pengadaan mobil baru untuk anggota KPU memang menelan dana negara sekitar Rp 3 miliar. Harga mobil untuk tiap anggota KPU rata-rata di atas Rp 240 juta. Misalnya, Sekretaris Jenderal KPU H.S.A. Yusaac, Wakil Sekjen KPU Sussongko Suhardjo anggota KPU Daan Dimara, dan Mulyana W. Kusumah, mendapat jatah mobil Nissan X-Trail seharga Rp 248 juta. Anggota KPU Valina Sinka mendapat sedan Toyota Corolla Altis seharga Rp 279.800.000. Sedangkan Hamid Awaluddin dan Chusnul Mar`iyah mendapat Honda CRV dan Nissan Centra seharga sekitar Rp 248 juta. Hanya Anas Urbaningrum yang mendapat mobil berharga di bawah Rp 200 juta. Yaitu Toyota Kijang GL LGX seharga Rp 159.300.000 [baca: Mobil Baru buat Anggota KPU].(ORS)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6