Cerita Prabowo Dibantu Megawati Saat Masih Lontang Lantung

Megawati pernah meminta agar Prabowo tidak diganggu jika memenangkan tender secara benar.

Diterbitkan 20 Mei 2026, 12:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo menghormati PDIP sebagai oposisi, penting untuk check and balance demokrasi.
  • Kritik keras PDIP dianggap Prabowo sebagai pengingat penting bagi pemerintah.
  • Prabowo mencontoh Megawati, tidak melihat latar belakang politik pemenang tender sah.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengaku pernah dibantu Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat dirinya belum berkuasa atau “lontang lantung”. Megawati pernah meminta agar Prabowo tidak diganggu jika memenangkan tender secara benar.

Hal itu disampaikan Prabowo saat pidato Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo lebih dulu menyinggung posisi PDIP yang berada di luar pemerintahan.

Menurut dia, keberadaan partai oposisi tetap penting dalam demokrasi sebagai bentuk check and balance terhadap pemerintah. Prabowo bahkan mengaku menghormati keputusan PDIP yang memilih berada di luar kabinet.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintahan. Dan saya hormati dan saya hargai. Demokrasi kita perlu check and balance,” kata Prabowo.

Dia mengaku sebenarnya ingin seluruh partai bergabung dalam pemerintahan dengan semangat gotong royong. Namun Prabowo menyadari pemerintah juga perlu dikritik dan diawasi.

“Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya untuk saya. Tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik, harus diawasi,” ujarnya.

Prabowo kemudian bercerita kerap menerima kritik keras dari anggota PDIP. Meski begitu, dia menganggap kritik tersebut sebagai bentuk pengingat bagi pemerintah.

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur pilu hati saya. Ini anggota PDIP kadang-kadang kritiknya keras banget. Tapi saya sadar mungkin ada dasarnya,” ucap dia.

Singgung Proyek

Prabowo juga menyinggung soal proyek dan tender pemerintah. Dia mengaku beberapa kali mendapat laporan dari menteri bahwa ada proyek yang dimenangkan pihak berlatar belakang PDIP.

Namun, Prabowo menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan latar belakang politik selama proses tender dilakukan secara benar.

“Kalau dia menang, dia menang aja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” ujar Prabowo.

Dia lalu mengenang masa ketika dirinya belum berkuasa. Menurut Prabowo, Megawati pernah membantu dirinya di bidang ekonomi dan meminta agar dirinya tidak diganggu jika memang memenangkan tender secara sah.

“Saya nggak berkuasa waktu itu alias lontang lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu, jangan diganggu,” tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan sikap Megawati itu kini menjadi contoh dalam memimpin pemerintahan. Sebagai Presiden, dia menegaskan tidak ingin melihat latar belakang politik pihak yang memenangkan proyek pemerintah.

“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politiknya. Kalau dia menang dengan benar, harus kita berikan,” kata Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6