Rupiah Melemah, Prabowo Tepis Spekulasi Indonesia Kolaps

Prabowo optimistis Indonesia dalam kondisi baik saat banyak negara panik karena geopolitik dunia.

Diterbitkan 16 Mei 2026, 13:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo membantah Indonesia collapse akibat Rupiah anjlok, karena masyarakat desa tak pakai dolar.
  • Stok pangan dan energi Indonesia aman di tengah geopolitik global yang bergejolak.
  • Indonesia menjadi pemasok pupuk dan beras bagi banyak negara di tengah krisis global.

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto membantah Indonesia akan collapse atau jatuh dan chaos karena nilai tukar Rupiah terhadap mata uang dollar Amerika Serikat (AS) sedang anjlok saat ini.

Prabowo mengatakan anjloknya nilai tukar Rupiah tak berdampak kepada kehidupan masyarakat desa. Sebab, kata dia, masyarakat di desa tak menggunakan dolar dalam transaksi ekonomi sehari-hari.

"Sekarang ada yang selalu sebentar-sebentar Indonesia akan collapse, akan chaos, akan apa. Rupiah begini, dolar begini, orang rakyat di desa enggak pake dolar kok," kata Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 koperasi desa/kelurahan merah putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dia mengatakan bahwa stok pangan dan energi dalam negeri saat ini dalam kondisi aman. Bahkan, Prabowo mengungkapkan Indonesia dalam kondisi baik di saat banyak yang negara panik karena geopolitik dunia.

"Pangan aman, energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke," ujarnya.

 

Prabowo Sebut Pupuk hingga Beras Berlimpah

Di sisi lain, Prabowo menekankan komitmen pemerintahnya dalam menjaga kekayaan alam Indonesia untuk kesejahteraan masyarakat. Dia meyakini Indonesia mampu bangkit di tengah kondisi geopolitik dan ketidakpastiaan dunia.

"Sekarang sudah terbukti banyak negara yang kesulitan yang panik karena perang di timur tengah Selat Hormuz ditutup. 20 persen BBM dunia lewat Selat Hormuz, berarti pupuk terpengaruh karena banyak pupuk berasal dari minyak dan gas," tuturnya.

Menurut dia, banyak negara yang meminta pupuk dari Indonesia. Prabowo mencontohkan Australia meminta 500.000 ton pupuk urea kepada Indonesia.

"Filipina juga minta ke kita, kemudian India minta ke kita, Bangladesh, Brazil. Perintah saya bantu semua," ujar dia.

Selain pupuk, sejumlah negara juga ingin membeli beras dari Indonesia. Prabowo pun bersyukur stok beras Indonesia melimpah karena program swasembada pangan.

"Terima kasih semua pihak, untung kita punya Mentan yang hebat karena dia memang anaknya petani," ucap Prabowo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6