Daftar 5 Wilayah Indonesia dengan Suhu Terpanas Sepanjang April Berdasarkan Data BMKG

Lima wilayah itu suhunya cukup panas sepanjang bulan April kemarin.

Diterbitkan 02 Mei 2026, 12:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia alami cuaca panas ekstrem, suhu capai 36,3°C di beberapa wilayah.
  • BMKG prediksi El Nino semester II 2026, kemarau akan lebih panas dan kering.
  • Masyarakat diimbau jaga hidrasi, pakai tabir surya, dan batasi aktivitas luar.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Indonesia mengalami cuaca panas ekstrem belakang ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, bahkan di sejumlah daerah suhu maksimum harian mencapai 36 derajat celcius.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan terdapat lima wilayah dengan suhu maksimum harian tertinggi pada bulan April. Suhu lima wilayah ini mulai dsri 35,6 derajat hingga 36,3 derajat celcius.

"Beberapa wilayah di Indonesia mencatatkan suhu maksimum harian yang sangat tinggi, dengan suhu tembus di atas 35°C - 36°C," kata Ardhasena dalam keterangannya kepada Liputan6.com, dikutip Sabtu (2/5/2026).

Adapaun rincian wilayah suhu maksimum harian pada 26 dan 27 April atau akhir April 2026 yaitu:

1. Balai Besar MKG Wilayah I, Medan, Sumatera Utara: 36.3

2. Balai Besar MKG Wilayah II, Ciputat, Banten: 36.0

3. Stamet Sanggu, Barito Selatan, Kalimantan Tengah: 36.0

4. Stamet Fatmawati Soekarno, Bengkulu, Bengkulu: 35.8

5. Staklim Bengkulu, Bengkulu, Bengkulu: 35.6

 

Prediksi El Nino

BMKG memprediksi El Nino akan terjadi pada semester kedua 2026. Ardhasena mengatakan, fenomena ini dapat menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

"Dengan kondisi curah hujan yang lebih rendah dibandingkan normalnya, maka besar kemungkinan periode kemarau 2026 akan terasa lebih panas dibanding kemarau biasanya," jelas dia.

"Sehingga cuaca panas yang terjadi saat ini seolah berlanjut karena bersambung dengan periode kemarau yang lebih kering," sambungnya.

Imbauan Masyarakat

BMKG juga mengimbau kepada masyarakat dalam menghadapi kondisi cuaca panas yang akan terjadi ke depan.Ardhasena mengajak masyarakar untuk memastikan cairan tubuhnya cukup, sehingga tidak dehidrasi. Ia juga menganjurkan untuk menggunakan tabir surya saat aktivitas di luar rumah.

"Gunakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan menyerap keringat (seperti katun) serta berwarna cerah yang memantulkan panas," jelas dia.

Terakhir, ia menyarankan masyarakat untuk membatasi aktivitas berat yang menguras energi di bawah terik matahari langsung, terutama antara pukul 10.00 hingga 16.00 WIB.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6