Diplomasi Anabul Ala Prabowo yang Bikin Presiden Korsel Tertawa Terbahak

Selain memberikan pernak-pernik untuk hewan peliharaan, Prabowo juga memberikan sejumlah kerajinan UMKM Indonesia sebagai cendera mata, seperti keris Bali dan guci keramik asal Jawa Timur kepada Presiden Korea Selatan.

Diterbitkan 02 April 2026, 14:01 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Prabowo berdiplomasi unik di Korsel, memberi hadiah baju anjing bernama Bobby.
  • Hadiah tersebut membuat Presiden Lee tertawa karena anjingnya juga bernama Bobby.
  • Prabowo juga memberikan kerajinan UMKM Indonesia seperti keris Bali dan guci keramik.

Liputan6.com, Jakarta - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap sisi lain diplomasi Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke Korea Selatan, termasuk pemberian hadiah unik kepada Presiden Lee Jae Myung.  

Pemberian hadiah ini pun sukses membuat Presiden Lee tertawa terbahak. Berdasarkan video yang diposting akun Instagram Seskab Teddy, terlihat Presiden Lee tertawa saat Prabowo menunjukkan hadiah untuknya.

"Ini untuk Bobby..," kata Prabowo dan langsung disambut tawa oleh Lee.

Teddy mengungkapkan, rupanya anjing peliharaan Presiden Lee juga berama Bobby. Nama yang sama seperti kucing peliharaan Prabowo, Bobby Kertanegara.

"Plot twist-nya anjing peliharaan Presiden Lee ternyata bernama Bobby juga! Kekuatan diplomasi anabul memang enggak ada tandingannya, ya? Bobby cinta Bobby,” seru Teddy.

Menurut Teddy, dalam pertemuan tersebut Prabowo juga memberikan sejumlah kerajinan UMKM Indonesia sebagai cendera mata, seperti keris Bali dan guci keramik asal Jawa Timur.

“Presiden Prabowo memberikan beberapa kerajinan UMKM Indonesia diantaranya Keris Bali dan Guci keramik dari Jawa Timur. (Termasuk) Presiden Prabowo juga ngasih surprise gemas yang sukses bikin Presiden Lee kaget adalah hadiah baju untuk anjing peliharaannya!,” kata Teddy seperti dikutip, Kamis (2/4/2026).

 

 

Diplomasi Tak Hanya Sekedar Agenda Formal

 

Teddy menilai, diplomasi tidak hanya terbatas pada agenda formal, tetapi juga membangun kedekatan personal antar pemimpin negara.

“Diplomasi tidak hanya sekedar rapat dan agenda resmi, tetapi bagaimana hubungan personal antar pemimpinan dapat terjalin dan membekas baik di hati,” Teddy menandasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6