Liputan6.com, Jakarta - Setelah menggandeng Sekolah Santa Laurensia Alam Sutera, Community School - Unity in Action melakukan restorasi lingkungan dengan menuangkan total 1.000 liter Eco Enzyme selama bulan Februari 2026 ke Sungai Cisadane, kali ini giliran The Flavor Bliss Alam Sutera yang menyumbangkan sebanyak 7.000 liter Eco Enzyme kepada Generasi Muda Buddhis Indonesia (GEMABUDHI).
Kegiatan penuangan Eco Enzyme di Kawasan Sungai Jaletreng aliran Cisadane ini dilakukan secara bertahap sesuai tata laksana kebutuhan ekologi sungai pada Minggu 8 Maret 2026 serta mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), sebagai giat lingkungan melalui penuangan Eco Enzyme terbanyak di satu aliran sungai.
Kegiatan ini dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq dan Walikota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.
Advertisement
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu aliran sungai tersebut sempat tercemar dari cairan pestisida. Langkah penuangan Eco Enzyme ke aliran Sungai Cisadane ini diharapkan mampu merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar serta meningkatkan kualitas air sungai sebagai sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.
"Eco Enzyme yang diproduksi secara mandiri oleh The Flavor Bliss Alam Sutera, menggunakan limbah sayur dan kulit buah dari Flavor Bliss dan Pasar 8, ini merupakan bentuk konkret dan komitmen Alam Sutera untuk menciptakan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan serta mendukung waste management,"kata Andre Simandjaja, Direktur PT Alam Sutera, Rabu (11/3/2026).
“Kami turut senang dapat berkontribusi dan berkolaborasi dalam memerangi pencemaran sungai melalui penyediaan Eco Enzyme. Giat produksi Eco Enzyme secara mandiri ini merupakan salah satu program serta komitmen kami untuk terus menghadirkan kawasan lingkungan hidup yang berkelanjutan,"ujarnya.
Dengan aksi nyata penuangan Ecoenzyme di kawasan sungai Jeletreng aliran Cisadane, diharapkan dapat merevitalisasi ekosistem sungai yang sempat tercemar, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang masih memanfaatkan aliran Sungai Cisadane untuk kehidupan sehari-hari.
Respons Menteri LH Hanif Faisol
Sementara, Menteri LH Hanif Faisol mengungkapkan, penuangan eco enzyme ini merupakan bagian dari upaya penanganan pencemaran Sungai Cisadane akibat kebakaran gudang pestisida pada 9 Februari 2026 lalu.
Senyawa organofosfat yang masuk ke sungai bersifat toksik bagi biota perairan, menyebabkan kematian ikan massal sepanjang 41 kilometer hingga Teluk Naga.
“Sungai bukan hanya urat nadi kehidupan hari ini, tetapi juga penentu kualitas hidup anak anak dan cucu-cucu kita kelak. Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu menjaga sungai kita, karena sungai kita adalah masa depan kita,” tegas Menteri Hanif.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527316/original/025700600_1773200700-IMG-20260311-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8369442/original/037177900_1782246021-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8442423/original/051297200_1782335693-063_2283164257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9076838/original/076638200_1783028282-000_B8H386V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072363/original/048211400_1783026161-000_B9476UW.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9072362/original/069449700_1783026157-000_B94788B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8411138/original/071923000_1782295017-leao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260345/original/097053600_1781587471-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4931672/original/017034300_1724931457-Ilustrasi_pupuk_kompos.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5484219/original/059004000_1769416780-unnamed-21.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5080104/original/087826400_1736158590-20250106-Dapur_MBG-MER_4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527216/original/054866000_1773196184-IMG-20260310-WA0076.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5442699/original/073209400_1765589563-Jepretan_Layar_2025-12-11_pukul_08.30.04.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5488720/original/050331700_1769761416-yaq7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527093/original/020463500_1773178218-WhatsApp_Image_2026-03-10_at_21.40.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4632662/original/081356900_1698897425-beris-creatives-ceNCWYqL8DY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5527462/original/005446600_1773203543-WhatsApp_Image_2026-03-11_at_09.39.27.jpeg)