Liputan6.com, Jakarta - Gerimis turun dari langit Istanbul saat langkah kaki turis memasuki halaman Masjid Süleymaniye. Rintik hujan membasahi lantai-lantai marmer. Genangan tipis memantulkan siluet menara yang menjulang seperti pena raksasa. Para turis berjalan pelan mengagumi keindahan arsitektur masjid warisan Sultan Süleyman Agung.
Turis lainnya menengadahkan kepala, sebagian lagi sibuk dengan ponselnya, mengabadikan lanskap kompleks masjid yang megah. Mereka seolah sadar bahwa ruang ini bukan sekadar tempat singgah, melainkan pertemuan antara sejarah dan keheningan.
Dari pelataran, para turis harus melewati pintu di antara pagar yang mengelilingi masjid. Pagar itu terbuat dari batu kapur khas Istanbul dan marmer yang tingginya hampir 3 meter.
Advertisement
Setelah masuk, mereka disambut gerbang besar sebelum menuju bagian dalam masjid. Gerbang dibuat menjorok ke dalam dengan bingkai batu besar. Seolah menciptakan transisi dari ruang kota menuju ruang sakral.
Seperti pagar yang mengelilingi kompleks, pintu masuk dibuat dari batu kapur dan marmer berkelir krem pucat yang mampu memantulkan cahaya lembut, terutama saat basah diguyur hujan.
Daun pintu gerbang dibuat dari kayu tebal (umumnya walnut atau kayu keras lain pada periode Ottoman) yang diperkuat dengan paku keling besi dan pelat logam. Gerbang makin cantik dengan panel kaligrafi berisi ayat Alquran dan nama Sultan Süleyman di bagian atas sebagai mahkota gerbang.
Arsitek masjid ini terkenal sangat presisi dan matematis. Dia membangun gerbang Süleymaniye sejajar dengan sumbu utama masjid, menjadi framing visual menuju halaman dan kubah utama. Saat seseorang melangkah masuk, kubah langsung “muncul” di tengah pandangan. Itu bukan kebetulan, tetapi skenario visual yang dirancang.
Dalam arsitektur Ottoman klasik, gerbang seperti disebut taç kapı (portal mahkota). Di Süleymaniye, bentuknya mencerminkan prinsip penciptanya: megah tanpa berlebihan.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512395/original/018778700_1771970572-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.43.01.jpeg)
Tantangan untuk Arsitek Legendaris Turki: Mimar Sinan
Masjid ini bukan sekadar tempat salat. Dia adalah pernyataan politik, spiritual, dan peradaban. Masjid dibangun antara 1550 hingga 1557 atas perintah Sultan.
Süleymaniye adalah simbol masa keemasan Kekaisaran Ottoman. Periode ketika wilayah kekuasaan Sultan membentang dari Eropa Timur hingga Afrika Utara, dan Istanbul menjadi pusat dunia Islam sekaligus simpul perdagangan global.
Di balik kemegahan Süleymaniye Mosque, berdiri satu nama arsitek besar nan termahsyur Turki: Mimar Sinan. Ketika menerima perintah membangun masjid untuk sultan terbesar Ottoman, Sinan bukan lagi arsitek muda.
Jumlah proyek yang dikerjakan Sinan sangat banyak di antaranya 79 masjid, 34 istana, 33 pemandian umum, 19 makam, 55 sekolah, 16 rumah penampungan orang miskin, 7 madrasah (sekolah agama), dan 12 karavansari, selain lumbung, air mancur, saluran air, dan rumah sakit.
Tiga mahakaryanya yang paling terkenal adalah Masjid Şehzade dan Masjid Süleyman I yang Agung di Istanbul dan Masjid Selim di Edirne.
Namun Süleymaniye adalah ujian yang berbeda: Sinan harus melampaui semua karya sebelumnya, sekaligus menandingi kemegahan Hagia Sophia karya kekaisaran Bizantium yang selama berabad-abad menjadi tolok ukur arsitektur di Istanbul.
Masjid Süleymaniye dianggap oleh banyak cendekiawan sebagai karya terbaiknya. Sinan membangun Süleymaniye di atas bukit ketiga Istanbul yang mendominasi sisi timur dan barat kota.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512396/original/095875900_1771970572-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.43.02.jpeg)
Desain Süleymaniye memadukan unsur arsitektur Islam tradisional dan Bizantium. Masjid ini memiliki denah persegi panjang dan dikelilingi oleh halaman luas yang dikelilingi oleh barisan serambi berkubah.
Masjid ini memiliki panjang bangunan 194 kaki (59 m) dan lebarnya 190 kaki (58 m); kubah utamanya setinggi 174 kaki (53 m) dan berdiameter 89 kaki (27 m). Masjid ini memiliki empat menara dan kubah-kubahnya bertingkat-tingkat dari kubah pusat.
Ciri paling khas dari masjid ini adalah lengkungan bergaris merah dan putih yang cerah, yang menambah sentuhan keanggunan pada interior masjid dengan kehalusan dan simetrisnya.
Masjid ini merupakan salah satu karya seni paling penting kekaisaran Ottoman dengan siluet keempat menaranya mendominasi cakrawala.
"Masjid Süleymaniye tampak megah karena lokasinya dan ukurannya yang luas. Masjid ini merupakan masjid terbesar di Istanbul hingga Masjid Çamlıca dibangun pada tahun 2019," tutur Events Assistant Manager, Türkiye Tourism Promotion and Development Agency, Haluk Sarigul.
Di halaman, lantai marmer yang basah memantulkan lengkungan arkade. Air hujan mengalir perlahan menuju saluran yang sudah dirancang sejak abad ke-16. Sistem drainase yang masih berfungsi sampai hari ini. Mata turis juga tak luput mengamati empat menara besar nan kokoh dengan 10 balkonnya yang dibangun Sinan di tiap sudut masjid.
Pemandu wisata dari Badan Pariwisata Turki (TGA) Aret mengatakan empat menara di sudut halaman masjid itu sarat makna dan penanda besarnya pengaruh Ottoman.
Sinan membangun 4 menara sebagai simbol bahwa Süleyman adalah sultan keempat setelah penaklukan Konstantinopel. Sementara, 10 balkon pada menara melambangkan bahwa ia adalah sultan Ottoman kesepuluh.
"Masjid ini memiliki 4 menara dan 10 balkon menjadi saksi sejarah kekuasaan Sultan Süleyman, sultan keempat yang menguasai Konstantinopel," kata Aret kepada tim media Airasia X.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512397/original/079643900_1771970573-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.48.14.jpeg)
Advertisement
Masjid Süleymaniye jadi Pusat Kehidupan
Masuk ke ruang utama, turis dihadapkan pada kubah raksasa yang menggantung seperti langit kedua. Kubah pusat masjid ini adalah yang terbesar dan tertinggi di Istanbul, berukuran tinggi 47 meter dan diameter 26 meter.
Interiornya yang didekorasi dengan elegan dan mewah. Kesan ruang dan cahaya ditekankan pada kubah-kubah penyangga di barat laut dan tenggara serta ruang-ruang lengkung monumental di barat daya dan timur laut.
Karpet merah membentang luas seolah memberi kehangatan dari dinginnya udara luar. Lampu-lampu gantung melingkar rendah, menghadirkan cahaya yang tidak menyilaukan seperti sengaja diturunkan agar manusia tidak lupa untuk menunduk.
Di atasnya, kubah raksasa berdiam dengan tenang. Kaligrafi mengitari dinding, sementara jendela-jendela berlapis kaca patri membiarkan cahaya musim dingin masuk dalam warna yang lembut. Cahaya memantul pada kaligrafi dan mihrab yang sederhana, namun anggun.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512398/original/055469500_1771970574-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.42.55.jpeg)
Aret bercerita, Sinan merancang ventilasi yang memungkinkan udara terus bergerak dan menjaga suhu tetap sejuk. Dia juga menciptakan sistem akustik yang membuat suara imam terdengar jelas hingga ke sudut tanpa pengeras suara. Sebuah teknologi yang lahir dari pengalaman panjangnya sebagai insinyur militer.
"Jika salat Jumat, dari depan bersinar dan tidak perlu listrik karena cahaya masuk dari jendela-jendela. Mereka juga tidak perlu microphone agar suara terdengar sampai belakang," ujar Aret.
Yang lebih istimewa, Süleymaniye dibangun bukan sekadar tempat ibadah dan lambang kekuasaan, tetapi pusat kehidupan. Di sekeliling masjid berdiri madrasah, rumah sakit, dapur umum (imaret), perpustakaan, hingga pemandian. Pada abad ke-16, ribuan orang datang setiap hari. Belajar, makan, berobat, dan beribadah semua dibuat sesuai amanat Sultan.
"Arsitektur di Ottoman harus berisi 4 bangunan kompleks, perpustakaan, sekolah, dapur dan RS," papar Aret.
Keabadian di Belakang Masjid
Di taman belakang, makam Sultan Süleyman dan Hürrem Sultan berdiri dalam ketenangan. Makam keduanya sangat mengesankan; dihiasi dengan logam mulia, batu, dan kaca patri. Makam arsitek, Mimar Sinan, juga terletak di sini, di sudut barat laut.
Dari sini, panorama Istanbul terbuka luas. Lanskap Selat Bosporus, Tanduk Emas, dan atap-atap kota tua terasa menenangkan seperti sebuah lukisan hidup.
Pemandangan ini bukan kebetulan. Sinan menempatkan kompleks ini di titik tertinggi agar masjid tidak hanya menjadi pusat spiritual, tetapi juga penanda visual kekuasaan Ottoman di cakrawala Istanbul.
Süleymaniye tetap berdiri tanpa tergesa, seperti waktu yang memilih berjalan lebih lambat di tempat ini. Süleymaniye juga tetap berdiri menghadapi musim dingin, 3 musim berikutnya dan selamanya.
Lebih dari empat abad setelah didirikan, mahakarya Sinan ini masih berfungsi sebagaimana awalnya: ruang ibadah, pusat pertemuan, dan simbol peradaban. Ia bukan sekadar batu yang disusun, melainkan gagasan tentang harmoni antara iman dan ilmu, kekuasaan dan kerendahan hati, manusia dan langit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512399/original/045195700_1771970575-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.43.05.jpeg)
Advertisement
Penerbangan Airasia X Rute Kuala Lumpur-Istanbul
Perjalanan wisata sejarah sekaligus spiritual Liputan6.com ke Masjid Süleymaniye dan tempat-tempat wisata Turki didukung oleh AirAsia X dan Badan Pariwisata Turki (TGA).
Dikutip dari website airasia.com, Airasia kini melayani penerbangan langsung dari Kuala Lumpur (KUL) ke ke Bandara Internasional Sabiha Gökçen, Istanbul (SAW). Hal ini menandai langkah penting lainnya dalam perluasan jaringan global AAX.
Layanan ini hadir mulai 14-17 November 2025 lalu dengan frekuensi empat kali seminggu menggunakan Airbus A330-300. Jadwal penerbangan Kuala Lumpur-Istanbul ini tersedia pada hari Senin, Rabu, Jumat dan Minggu.
Penerbangan ini menawarkan opsi Fly-Thru dari berbagai destinasi lain di Asia Tenggara ke Istanbul. Penerbangan langsung ini memperkuat konektivitas antara Asia dan Eropa dengan biaya terjangkau.
Terobosan ini menandai masuknya AAX yang telah lama diantisipasi ke Eropa, membuka gerbang penting yang menghubungkan Asia Tenggara ke Eropa melalui salah satu destinasi paling kaya sejarah dan unik secara geografis di dunia.
Terletak di dua benua yang dipisahkan oleh Selat Bosphorus, Istanbul menawarkan kesempatan langka bagi wisatawan untuk merasakan keindahan dua dunia sekaligus.
Seluruh tiket penerbangan AirAsia dapat dipesan melalui aplikasi airasia MOVE (dahulu airasia Superapp), website airasia.com, online travel agent, dan agen perjalan resmi lainnya. Untuk pemesanan tiket rombongan berjumlah 10 orang atau lebih, calon penumpang dapat menghubungi layanan Group Desk AirAsia melalui email ke groupbooking_id@airasia.com.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298603/original/082269600_1784175792-gsafss.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298662/original/060228200_1784179310-cek_fakta_bantuan_alat_pertanian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298612/original/078139900_1784176536-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T113248.324.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298463/original/022893100_1784171596-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-16T101149.857.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5512394/original/038809400_1771970571-WhatsApp_Image_2026-02-25_at_04.43.04.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1412045/original/093748200_1479720381-turky.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1414616/original/000442800_1479890230-Istanbul.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298223/original/011449900_1784155410-063_2286282854.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288267/original/024620600_1783308427-eng10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5936533/original/005039500_1778833892-063_2276293040.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298567/original/084606300_1784174337-000_C2B89X9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298224/original/042744300_1784155877-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298444/original/012761000_1784171006-Argentina_s_Leandro_Paredes__5__falls_as_he_battles_for_the_ball_with_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298306/original/004606900_1784166640-tuchel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298289/original/003845200_1784165599-063_2286277553.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298237/original/082194800_1784160981-England_head_coach_Thomas_Tuchel_talks_to_England_s_Jude_Bellingham.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298232/original/069179300_1784159975-England_s_Jude_Bellingham__10_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298228/original/014527500_1784157563-Argentina_s_Enzo_Fernandez__24__celebrates_england.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298041/original/072295600_1784115559-WhatsApp_Image_2026-07-15_at_15.56.43.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4900670/original/040484100_1721868798-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294854/original/000789400_1783902289-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8676647/original/054831900_1782721080-Direktur_Utama_PT_Bursa_Efek_Indonesia_periode_2026___2030__Jeffrey_Hendrik-29_Juni_2026c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288815/original/035891200_1783334783-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9259725/original/094511800_1783155812-2f2J2cRKgvKWOTXp4l2cOBUcTmQUxK0PD4igFR1C.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2374956/original/016300600_1547191388-erdogan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8520243/original/086003700_1782447581-063_2283364709.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519978/original/083186800_1782447080-063_2283364620.jpg)