OIKN Kembangkan Riset Berkelanjutan bersama Belanda

OIKN gandeng konsorsium LDE Belanda dan Unmul untuk riset berkelanjutan jadikan IKN laboratorium hidup serta melibatkan generasi muda dalam pembangunan kota.

Diterbitkan 10 Februari 2026, 15:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - OIKN atau Otorita Ibu Kota Nusantara bersama konsursium Leiden - Delft - Erasmus Universities (LDE) Belanda, dan Universitas Mulawarman Samarinda, berkolaborasi dalam pengembangan riset pendidikan pembangunan berkelanjutan di Kota Nusantara.

"Kerja sama ini merupakan tindak lanjut setelah adanya nota kesepahaman (MoU) riset pengembangan perkotaan berkelanjutan dan landscape-based management," ujar Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN Myrna Anawati Safitri dikutip dari Antara, Senin 9 Februari 2026.

Kelanjutan MoU tersebut bahkan dua hari lalu telah dilakukan ruang pembelajaran langsung bagi generasi muda, dan juga digelar di Auditorium Kantor Balai Kota OIKN, KIPP Nusantara.

Forum tersebut sekaligus menjadi bagian dari oenjajakan kerja sama lanjutan yang dilakukan dalam pengembangan kapasitas, program kursus kilat, magang, hingga peluang melanjutkan studi di negara Belanda bagi insan OIKN.

"OIKN telah memiliki MoU bersama Kondorsium LDE tersebut, sehingga dilanjukan dengan salah satunya, di dua hari lalu sejumlah mahasiswa terutama Master Students dari berbagai ilmu, ingin mengembangkan riset mengenai IKN," kata Myrna.

Myrna juga mengatakan, OIKN sedang memikirkan bagaimana adanya kegiatan bersama dengan konsorsium dan pihak-pihak terkain yang diikuti oleh insan OIKN untuk kedepannya.

"Sementara ruang pembelajaran yang berjalan juga menjadi momentum penting bagi pegawai OIKN dari berbagai kedeputian yang saat ini didominasi generasi muda, terutama untuk menyampaikan sebuah gagasan dan konsep perencanaan tata kota masa depan Nusantara," papar dia.

Nusantara sebagai Laboratorium Hidup Dunia

Forum diskusi yang digagas oleh Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) ini dinilai memiliki peran strategis dalam menjembatani dialog antara praktisi pembangunan kota dan kalangan akademisi internasional. 

Pertemuan ini membuka ruang interaksi langsung antara pegawai OIKN dengan para pakar dari Indonesia maupun Belanda, menciptakan pertukaran gagasan yang konstruktif. 

Melalui inisiatif kolaborasi akademik ini, Otorita IKN kembali menegaskan komitmen kuatnya untuk menjadikan Nusantara bukan sekadar pusat pemerintahan, melainkan sebuah ruang pembelajaran terbuka. 

Kota ini dirancang untuk mendorong riset inovatif dan melahirkan kepemimpinan masa depan yang berfokus pada pembangunan kota berkelanjutan.

Apresiasi tinggi datang dari komunitas akademik global. Kepala Riset Department of Urbanism, Delft University of Technology, Prof.dr.ing. Steffen Nijhuis, yang mewakili konsorsium Leiden – Delft – Erasmus Universities, melihat potensi luar biasa dari proyek ini. 

Bagi mereka, IKN adalah sebuah studi kasus nyata tentang bagaimana konsep perkotaan modern dan lanskap ekologis dipadukan.

"Kami senang di sini, karena dipersilahkan melihat perkembangan langsung kota ini, termasuk berdiskusi dengan generasi muda yang terlibat dalam perencanaan, pembangunan, dan pengelolaan kota. Menurut saya, Nusantara itu seperti laboratorium hidup, tidak hanya untuk Indonesia, melainkan untuk seluruh dunia," kata Steffen.

Estafet Tanggung Jawab Generasi Muda

Di sisi lain, akademisi dalam negeri juga menyoroti pentingnya pelibatan aktif generasi penerus dalam mega proyek ini. Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman, Irawan Wijaya Kusuma, memandang forum diskusi ini sebagai momentum krusial untuk transfer pengetahuan. 

Menurutnya, pembangunan IKN bukanlah proyek jangka pendek, melainkan sebuah visi panjang yang membutuhkan stamina dan inovasi berkelanjutan. 

Oleh karena itu, penguatan peran generasi muda menjadi syarat mutlak dalam mendukung keberhasilan pembangunan IKN di masa depan.

Interaksi intensif dengan pimpinan OIKN, seperti Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Myrna A. Safitri, selalu membawa perspektif segar bagi kalangan kampus. Irawan menekankan bahwa beban pembangunan tidak selamanya berada di pundak generasi saat ini. 

Perguruan tinggi lokal seperti Universitas Mulawarman memiliki tanggung jawab moral untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang siap menerima tongkat estafet tersebut.

"Setiap kali berdiskusi dengan Bu Myrna, kami selalu memperoleh informasi baru dan menarik. Di IKN, kita memiliki tanggung jawab juga untuk memberikan kontribusi. Dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan, tanggung jawab tersebut akan beralih kepada generasi muda yang melanjutkan peran pembangunan," ujar Irawan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6