Pigai: Jangan Goreng-Goreng Isu Reshuffle

Pigai meminta media massa tidak lagi mengejar jawaban mengenai isu reshuffle ke berbagai menteri.

Diterbitkan 02 Februari 2026, 20:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri HAM Natalius Pigai, angkat bicara soal isu akan ada perombakan atau reshuffle kabinet. Pigai mengutip pernyataan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) yang telah menyatakan tidak ada reshuffle kabinet dalam waktu dekat.

"Emang ada itu? Cuma media aja yang naikkin. Kan Mensesneg udah bilang tidak ada. Kalau Mensesneg bilang tidak ada, itu tidak mungkin akan ada. Mensesneg lho, Mensesneg mengatakan tidak ada. Berarti tidak mungkin akan ada karena ini menyangkut integritas atas pernyataan,” kata Pigai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (2/2/2026).

Pigai justru meminta media massa menghormati pernyataan Mensesneg dan tidak lagi mengejar jawaban mengenai isu reshuffle ke berbagai menteri.

"Wartawan jangan goreng-goreng lagi. Itu kan sama aja dengan tidak menghormati apa, pernyataan dari pemimpin negara. Kalau pemimpin negara keluarkan pernyataan itu harus hormati juga dong. Tapi I love you, para wartawan," kata Pigai.

Sebelumnya, kabar reshuffle kabinet muncul saat hari pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) pada Rabu (28/1/2026). Adapun kursi kabinet saat ini ada yang belum terisi yakni kursi Wamenkeu, pasca Thomas Djiwandono menjadi Deputi BI.

 

Santer Isu Reshuffle, Ini Kata Istana

Isu reshuffle atau perombakan Kabinet Merah Putih santer terdengar hari ini, Rabu (28/1/2026). Di sebut-sebut, ada menteri yang bergeser dari jabatannya saat ini. Saat dikonfirmasi, Menteri Sekretariat Negara, Prasetyo Hadi, memastikan tidak benar.

"Belum ada," katanya kepada wartawan.

Dia menjelaskan, perombakan kabinet yang terjadi hari ini berkaitan dengan posisi Thomas Djiwandono yang bergeser dari dari wakil menteri keuangan menjadi deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Kalau maknanya reshuffle adalah karena ada proses beralihnya jabatan Wakil Menteri Keuangan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia, yang kemarin telah melalui proses fit and proper test di DPR, itu benar. Artinya ada jabatan Wamenkeu yang ditinggalkan oleh beliau karena penugasan ke tempat yang lain," katanya menjelaskan.

Saat kembali dipastikan ada nama lain yang diganti, Pras kembali menegaskan belum mendapatkan informasi itu.

"Belum ada. Belum ada," ujarnya.

Sementara untuk posisi wamenkeu yang ditinggalkan Thomas, Pras juga belum bicara banyak siapa sosok yang akan mennggantikannya.

"Belum-belum," ujarnya.

 

Isu Reshuffle Kabinet Menguat, Qodari: Hanya Presiden dan Tuhan yang Tahu

Isu perombakan atau reshuffle kabinet Merah Putih kembali menguat. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari mengatakan, keputusan reshuffle menteri Kabinet Merah Putih berada di tangan Prabowo.

"Hanya presiden dan Tuhan yang tahu," kata Qodari kepada wartawan di kantor Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Jakarta, Rabu.

Menurut Qodari, salah satu kriteria pejabat yang reshuffle adalah kinerja. Namun, dia enggan mengungkap lebih spesifik kinerja yang dimaksud.

"Yang pasti begini, presiden kalau bicara reshuffle pasti kriterianya adalah kinerja, pencapaian target-target. Dan itu semua dipantau oleh presiden setiap hari. Setiap hari," kata Qodari.

Kabar perombakan kabinet tersebut juga mencuat saat jabatan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) kosong. Karena, Thomas Djiwandono telah disetujui DPR RI untuk menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

"Ya itu, ya bagus saja itu. Kalau itu kan logis saja. Berarti kan harus ada yang diisi, kan?" ujarnya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6