Puncak Kasus DBD di Jakarta Diprediksi Maret sampai Mei

Selain DBD, penyakit yang berpotensi muncul saat pancaroba adalah ISPA dan flu.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 18:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kasus DBD di Jakarta diperkirakan memuncak Maret-Mei 2026, naik saat musim hujan.
  • Musim hujan juga tingkatkan flu dan ISPA karena udara lembap dan ventilasi buruk.
  • DKI Jakarta perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca hingga 1 Februari antisipasi hujan lebat.

Liputan6.com, Jakarta - Kasus demam berdarah dengue (DBD) kerap mengalami kenaikan saat musim hujan. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mewanti-wanti warga terkait kasus DBD diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Maret hingga Mei.

"Tren kenaikan kasus DBD nya di DKI Jakarta, seringkali terjadi saat memasuki musim hujan. Puncak kasus terjadi biasanya antara bulan Maret sampai dengan bulan Mei," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni. Demikian dikutip dari Antara, (27/1/2026).

Sri menambahkan, data kasus DBD sampai minggu kedua Januari 2026 sebanyak 143 kasus. Menurutnta, angka ini lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025, namun lebih tinggi dibandingkan minggu terakhir bulan Desember 2025. Pada minggu kedua bulan Januari tahun 2025 lalu, terdapat sebanyak 289 kasus DBD.

"Tetapi apabila dibandingkan dengan minggu terakhir bulan Desember tahun 2025, awal Januari 2026 sudah terjadi kenaikan kasus," kata Sri.

Pancaroba juga Picu ISPA

Selain DBD, musim hujan maupun masa pancaroba juga menjadi faktor risiko meningkatnya kasus penyakit lain antara lain flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Menurut Sri, kondisi udara yang lebih lembap membuat droplet bertahan lebih lama, sementara aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas dapat meningkatkan risiko penularan.

Selain itu, perubahan suhu yang cukup drastis juga dapat membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif. "Karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah yang baik, serta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat," ujarnya.

Operasi Modifikasi Cuaca Diperpanjang

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang diprakirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga Kamis (29/1).

Merujuk hasil analisis cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam periode tersebut potensi peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpeluang terjadi salah satunya di Jakarta.

Merespon analisis cuaca tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jakarta dan juga wilayah penyangga Ibu Kota dari semula hingga 27 Januari 2026 menjadi hingga 1 Februari 2026.

Pelaksanaan OMC di wilayah penyangga Jakarta dilakukan lantaran Ibu Kota juga berpotensi mendapatkan banjir kiriman dari kawasan sekitarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6