Wali Kota Ungkap Penyebab Banjir di Kota Tangerang

Sejumlah wilayah di Kota Tangerang terendam banjir pada Jumat (23/1/2026) akibat hujan deras sejak Kamis, 22 Januari 2026. Hal ini karena aliran Kali Angke meluap.

Diterbitkan 23 Januari 2026, 11:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kota Tangerang banjir di 32 titik akibat hujan deras dan luapan Kali Angke.
  • 160 warga mengungsi; ketinggian air bervariasi, terparah 120 cm di Cipondoh.
  • Pemkot siapkan posko pengungsian, kesehatan, dapur umum, dan 2.910 nasi bungkus.

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah wilayah di Kota Tangerang terendam banjir pada Jumat (23/1/2026) akibat hujan deras sejak Kamis, 22 Januari 2026. Hal ini karena aliran Kali Angke meluap.

Tak hanya itu, dia juga menyebut ada tanggul jebol di Perumahan Pinang Griya, sehingga membuat air merangsek masuk ke satu unit rumah warga.

"Ada sejumlah titik yang terdampak, Candulan petir, Pinang Griya Pinang, Ciledug Indah Karang Tengah, Puri Kartika CiledugAlamanda, Garden City dan Total Periuk," kata Wali Kota Tangerang, Sachrudin usai meninjau perumahan tersebut.

Sachrudin menyebut, Pemkot Tangerang telah menyiapkan personel untuk mengatasi banjir, tiga posko pengungsian, tujuh posko kesehatan, serta dapur umum di Dinas Sosial.

"Dan sampai saat ini Pemkot Tangerang juga sudah menyalurkan 2.910 nasi bungkus untuk para pengungsi," ungkap dia.

Sachrudin mengungkapkan, dalam kondisi seperti ini, kesehatan masyarakat yang mengungsi menjadi hal yang utama diprioritaskan.

"Kami memastikan penanganan banjir difokuskan pada keselamatan dan kesehatan warga terdampak. Posko kesehatan sudah disiapkan agar pelayanan medis bisa berjalan optimal," kata dia.

Banjir Rendam 32 Titik di Kota Tangerang, 160 Warga Mengungsi

Terdapat 32 titik banjir dan genangan air yang tersebar di wilayah Kota Tangerang, akibat hujan yang mengguyur sejak Kamis 22 januari 2026.

"Setidaknya, ada 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas," kata Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, Jumat (23/1/2026).

Adapun banjir terpantau di sejumlah wilayah antara lain:

  1. Kecamatan Benda
  2. Kecamatan Ciledug
  3. Kecamatan Cipondoh
  4. Kecamatan Pinang
  5. Kecamatan Jatiuwung
  6. Kecamatan Sepatan
  7. Kecamatan Pakuhaji
  8. Kecamatan Teluknaga

Ketinggian air bervariasi mulai dari 5 centimeter hingga mencapai 120 centimeter, dengan kondisi terparah terjadi di Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua.

Selain banjir, tercatat pula satu kejadian pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon jenis waru dengan tinggi sekitar 25 meter dan diameter batang 2 meter tumbang akibat cuaca ekstrem dan menimpa dua unit rumah warga.

"Kami pastikan, meski menimbulkan kerusakan materiil, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa," ungkap Jauhari.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6