Transjakarta Beberkan Data Barang Penumpang yang Tertinggal Sepanjang 2025

Sepanjang operasional 2025, PT Transjakarta mencatat 6.793 barang tertinggal di seluruh layanan bus dan halte. Dari jumlah tersebut, 1.802 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya setelah melalui proses verifikasi yang ketat.

Diterbitkan 14 Januari 2026, 19:35 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Transjakarta mencatat 6.793 barang tertinggal di 2025; 1.802 berhasil dikembalikan.
  • Koridor 1 dan Halte CSW jadi lokasi barang hilang terbanyak karena mobilitas penumpang.
  • Pengelolaan barang hilang Transjakarta sistematis, digital, dengan masa simpan 90 hari.

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang operasional 2025, PT Transjakarta mencatat 6.793 barang tertinggal di seluruh layanan bus dan halte. Dari jumlah tersebut, 1.802 barang berhasil dikembalikan kepada pemiliknya setelah melalui proses verifikasi yang ketat.

Berdasarkan data operasional Transjakarta, layanan BRT Koridor 1 (Blok M–Kota) dan Halte Integrasi CSW menjadi titik dengan intensitas temuan barang tertinggal tertinggi.

Tingginya mobilitas penumpang serta aktivitas naik-turun pelanggan di dua titik tersebut menjadi faktor utama maraknya barang yang tertinggal.

Barang-barang yang ditemukan beragam, mulai dari kebutuhan pribadi hingga perlengkapan kerja dan perangkat elektronik. Seluruh barang temuan dicatat dan dikelola oleh Transjakarta melalui sistem Lost and Found yang terintegrasi, guna memastikan keamanan serta kejelasan kepemilikan sebelum dikembalikan kepada pelanggan.

“Pengelolaan barang tertinggal dilakukan secara sistematis, digital, dan berbasis prosedur yang jelas. Hal ini merupakan manifestasi dari nilai akuntabilitas Transjakarta,” kata Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan dan Hubungan Masyarakat Transjakarta, Tjahyadi dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1/2026).

Menurutnya, Transjakarta menerapkan masa simpan barang tertinggal selama 90 hari kerja. Apabila dalam jangka waktu tersebut barang tidak diambil oleh pemiliknya, maka barang akan diproses lebih lanjut sesuai standar operasional prosedur (SOP), baik melalui pemusnahan maupun hibah.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap barang milik pelanggan dikelola dengan standar integritas tinggi, memberikan kepastian serta perlindungan bagi masyarakat yang menggunakan jasa kami,” ujar Tjahyadi.

 

Bisa Disalurkan

Sementara itu, barang yang masih layak pakai akan disalurkan untuk kepentingan sosial, sementara barang yang tidak memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Transjakarta senantiasa mengimbau pelanggan untuk tetap waspada dan memeriksa kembalibarang bawaan sebelum meninggalkan bus atau halte. Bagi pelanggan yang merasa kehilanganbarang, dapat segera melapor kepada petugas di lapangan atau menghubungi kanal resmiCustomer Care Transjakarta,” kata dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6