Liputan6.com, Jakarta - PDI Perjuangan belum menyampaikan sikap resminya terkait wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Pernyataan resmi partai dijadwalkan disampaikan saat penutupan Rakernas (Rapat Kerja Nasional) besok, Senin, 12 Januari 2026.
"Dalam pidato kemarin, sikap partai secara resmi akan disampaikan dalam penutupan Rakernas besok," kata kader muda PDI Perjuangan, Syaeful Mujab saat jumpa pers di Ancol, Jakarta, Minggu (11/1/2026).
Meski begitu, Syaeful membocorkan pandangan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri perihal wacana pemilihan kepala daerah lewat DPRD. Menurut dia, putri dari proklamator Bung Karno itu bingung mengapa demokrasi bak senam poco-poco.
Advertisement
"'Kok demokrasi kita tuh kayak Senam Poco-Poco?' Saya sebagai generasi muda yang agak lupa tuh Senam Poco-Poco kayak gimana, semalam saya cek di YouTube gitu ya, Senam Poco-Poco tuh kayak gimana: maju, mundur, kanan, kiri," jelas dia.
Syaeful menegaskan, bagi Megawati dan PDI Perjuangan, demokrasi harus maju ke depan. Menurutnya, wacana Pilkada lewat DPRD menjadi momentum untuk mengevaluasi arah demokrasi ke depan, langsung atau tidak langsung.
"Itu adalah momentum ini demokrasi mau dibuat kayak Senam Poco-Poco? Maju mundur maju mundur? Kita penginnya demokrasinya itu maju mengedepankan kedaulatan rakyat dan mengedepankan aspirasi masyarakat," dia menandasi.
Wacana Pilkada Lewat DPRD Dibahas dalam Rakernas
Ketua DPP PDIP, Ganjar Pranowo mengatakan, wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD dibahas dalam Rakernas.
"Tentu saja isu yang menarik di kawan-kawan media kemarin soal apakah pilkada dipilih di daerah, di DPRD maksud saya, atau kemudian dipilih langsung oleh masyarakat. Dan ini nanti akan ada pembicaraan," kata Ganjar kepada wartawan di BCIS Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Dia menegaskan bahwa sikap PDIP sudah sangat jelas yakni, mendukung Pilkada langsung yang dipilih masyarakat. Ganjar menuturkan bahwa Pilkada langsung merupakan kehendak masysrakat.
Dia menyampaikan Pilkada melalui DPRD pernah terjadi di zaman Orde Baru saat Presiden kedua RI memimpin. Saat itu, Ganjar menyebut masyarakat sudah menginginkan adanya Pilkada langsung.
"Kemudian dibuatlah undang-undang. Pada saat undang-undang dibuat, saat itu dipilih DPRD. Era Pak SBY kemudian membuat Perpu. Dan kemudian diberlakukan undang-undang, langsung. Nah pada saat itu ujian-ujian, judicial review ke Mahkamah Konstitusi juga sudah mengatur bahwa ini rezim pemilu,m aka langsung," jelasnya.
Setelah perdebatan panjang, kata dia, Pilkada akhirnya digelar secara langsung, di mana masyarakat berhak memilih langsung kepala daerahnya. Pilkada langsung pertama kali dimulai pada tahun 2005.
"Kalau kita mau reduksi lagi, rasanya kita akan mengalami kemudian pada soal itu. Jadi sikap PDI perjuangan sangat jelas. Kita dukung pemilihan kepala daerah secara langsung," ujar Ganjar.
Advertisement
Risiko Runtuhnya Demokrasi dan Terkikisnya Suara Rakyat
Peneliti Perludem, Kahfi Adlan Hafiz menilai usulan Pilkada lewat DPRD tak memberi keuntungan bagi rakyat. Menurutnya, pemilihan lewat DPRD justru mengabaikan hak warga untuk menentukan pemimpin secara langsung.
"Saya kira kalau untungnya buat masyarakat ya itu enggak ada sama sekali ya. Untungnya ketika Pilkada itu diselenggarakan tidak langsung gitu ya. Dan ruginya tentu banyak sekali," kata Kahfi saat dihubungi, Selasa (7/1/2025).
Kerugian pertama adalah runtuhnya demokrasi lokal. Dia menegaskan, pemilihan langsung kepala daerah merupakan hasil perjuangan panjang dan capaian penting sejak Pilkada langsung pertama kali digelar pada 2005.
“Demokrasi lokal kita bisa hancur. Padahal itu bagian dari konsolidasi demokrasi yang diperjuangkan bukan hanya di tingkat nasional, tapi juga di daerah,” ujarnya.
Kerugian kedua, suara rakyat berisiko terpinggirkan jika kepala daerah dipilih oleh DPRD. Kahfi menegaskan, meskipun DPRD dipilih oleh masyarakat, belum tentu wakil-wakilnya benar-benar mewakili kepentingan publik.
“Banyak kebijakan daerah yang tak berpihak pada rakyat. Kalau kepala daerah ditentukan DPRD, suara masyarakat makin jauh dari proses pengambilan keputusan,” ujarnya.
Dia juga menekankan bahwa masalah dalam Pilkada, seperti populisme dan politik dinasti, tak serta-merta hilang jika pemilihan langsung dihapus.
Menurut Kahfi, menghapus Pilkada langsung tidak akan menyelesaikan masalah mahalnya biaya politik. Sebaliknya, praktik politik uang justru berpotensi berpindah ke anggota DPRD.
“Kalau dalam Pilkada langsung saja muncul banyak kandidasi bayangan, apalagi kalau kepala daerah dipilih DPRD. Money politic bisa bergeser, bukan hilang,” ujarnya.
Dia menilai wacana penghapusan Pilkada langsung justru menghindari inti persoalan. Yang dibutuhkan adalah perbaikan sistem, bukan penghilangan hak pilih rakyat.
Golkar Wacanakan Kembali Pilkada Lewat DPRD
Wakil Ketua Umum DPP Golkar, Ahmad Doli Kurnia membuka wacana agar pemilihan kepala daerah atau Pilkada dilakukan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
"Sedang kaji ya. Apakah kalau kemudian nanti ada alternatif kembali ke DPRD itu akan membuat biaya (politik) lebih murah atau tidak. Itu yang sekarang kita sedang kaji sangat mendalam," kata dia di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Meski demikian, pria yang duduk sebagai Anggota Komisi II DPR ini berharap adanya kepala daerah yang tersangdung korupsi sebagai momentum mengevaluasi total dalam menyeleksi pemimpin ke depan.
"Bagaimana faktor integritas, kemudian faktor bagaimana bisa menjalankan semua kebijakan sesuai dengan peraturan perundangan, tidak melanggar hukum. Itu yang menjadi penting," ungkap Doli.
Menurut dia, sudah sewajarnya jika kepala daerah untuk tak menabrak aturan yang sudah ada.
"Ini kan harusnya membuat kita semakin hati-hati, semakin suka-suka, bukan semakin bebas-bebas saja. Jadi harus betul-betul alert, harus betul-betul mawas diri," kata Doli.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259592/original/057928600_1781507421-guru_sekolah_rakyat_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302904/original/046159000_1784611502-Dr.Watermark_1784608315019.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256352/original/040260500_1781154176-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-11T120248.984.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5178089/original/060696700_1743292394-mudik_gratis_kemenhub.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5469403/original/057914600_1768115739-77e037a1-9e5e-4aca-b9e5-4aebd00efd9b.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1265542/original/050169000_1466042105-Megawati.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302475/original/037155000_1784555150-Argentina_s_Lionel_Messi__from_right__Rodrigo_De_Paul__Nicolas_Otamendi_and_Leandro_Paredes.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301812/original/034405000_1784520388-000_C2LJ6NA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301606/original/080786700_1784502167-063_2286810313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302243/original/013845100_1784537891-063_2286809086.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303524/original/028540000_1784639970-IMG_9417.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303488/original/013324200_1784637812-IMG_9431.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303415/original/065037700_1784630628-IMG_9312.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302431/original/067491600_1784548210-WhatsApp_Image_2026-07-20_at_18.21.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295799/original/038710700_1783947447-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_18.33.16.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295569/original/015075900_1783933753-05e203fa-410e-4d72-bc99-0e2d24aafc1d.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295095/original/065904500_1783913080-743777398_1559682688863011_6382925256752895219_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292848/original/046020500_1783661922-WhatsApp_Image_2026-07-10_at_10.40.32.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292603/original/009219800_1783618449-7cb66813-eb87-49da-aea0-3162a4701da3.jpg)