Wapres Gibran Terima Audiensi Pekerja Seni, Bahas Bantuan Korban Banjir Sumatera

Gibran menjelaskan, kepedulian diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari pertunjukan budaya, penggalangan dana, hingga konser amal “100 Musisi Heal Sumatera”.

Diterbitkan 06 Januari 2026, 07:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gibran apresiasi pekerja seni atas kepedulian bantu korban bencana di Sumatera.
  • Kepedulian diwujudkan melalui konser amal, penggalangan dana, dan donasi film.
  • Pekerja seni soroti pentingnya keterbukaan informasi penanganan bencana.

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengapresiasi kepedulian para pekerja seni Tanah Air yang terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan untuk membantu korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan Gibran usai menerima audiensi Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, serta sejumlah pekerja seni lintas bidang di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (5/1).

Turut hadir dalam pertemuan tersebut antara lain penyanyi Tompi, pembawa acara Melaney Ricardo, serta aktor sekaligus ahli bela diri Iko Uwais.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para seniman dan budayawan dari berbagai daerah di seluruh Indonesia yang telah menunjukkan kepedulian dan empati mendalam melalui aksi kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Sumatera,” kata Gibran dalam keterangan di Istana Wakil Presiden, Jakarta.

Gibran menjelaskan, kepedulian tersebut diwujudkan melalui berbagai langkah nyata, mulai dari pertunjukan budaya, penggalangan dana, hingga konser amal “100 Musisi Heal Sumatera”. Selain itu, para pekerja seni juga menyalurkan donasi dari pendapatan film Timur untuk membantu para korban bencana.

Menurut Gibran, semangat gotong royong yang ditunjukkan para pelaku seni dan budaya menjadi contoh kuat solidaritas lintas daerah dalam menghadapi situasi kemanusiaan.

“Saya berharap semangat persatuan, gotong royong, dan solidaritas lintas daerah yang ditunjukkan para pelaku seni dan budaya ini dapat terus terpelihara dan menjadi energi kolektif bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan kemanusiaan di masa mendatang,” ujarnya.

 

Soroti Pentingnya Keterbukaan Informasi Publik

Dalam audiensi tersebut, para pelaku industri kreatif juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi kepada publik terkait penanganan bencana. Mereka menilai banyak program pemerintah yang telah berjalan, namun belum sepenuhnya tersampaikan kepada masyarakat luas.

“Banyak hal-hal baik yang sebenarnya saya juga terkaget tadi. Pak Wapres cerita ternyata programnya banyak yang sudah berjalan, hanya mungkin informasi yang sampai ke kita tidak banyak. Jadi kami kasih masukan, tolong disiarkan supaya publik tahu,” kata Tompi.

Audiensi juga membahas keberlanjutan bantuan bagi korban bencana, termasuk rencana pengiriman bantuan jangka menengah, dukungan layanan kesehatan, serta program sosial yang direncanakan berlangsung hingga bulan Ramadan.

Selain Tompi, pertemuan tersebut turut dihadiri para pemain film Timur yang selama ini aktif terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan di wilayah terdampak bencana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6