Pelatih Valencia FC dan 2 Anaknya Belum Ditemukan Usai Insiden Kapal Tenggelam di Labuan Bajo

Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian terhadap pelatih Valencia FC Fernando Martin Carreras dan dua anak lelakinya yang hilang usai kapal phinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, NTT.

Diterbitkan 30 Desember 2025, 19:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • SAR memperluas pencarian korban kapal tenggelam di Labuan Bajo.
  • Jenazah anak pelatih Valencia FC ditemukan di perairan Pulau Serai.
  • Pencarian melibatkan 95 personel, 12 alut, dan penyelaman sonar.

Liputan6.com, Jakarta - Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian terhadap pelatih Valencia FC Fernando Martin Carreras dan dua anak lelakinya, Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier, yang hilang usai kapal phinisi KM Putri Sakinah tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Jumat, 26 Desember 2025.

Adapun pada Senin, 29 Desember 2025, nelayan menemukan jenazah anak perempuan berusia 12 tahun di perairan Pulau Serai. Dia merupakan putri dari pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF tersebut, yang sebelumnya juga sempat hilang.

"Tadi pencarian dilakukan hingga 30 nautical mile ke bagian utara dan sekitar 13 nautical mile ke selatan dari lokasi kejadian," kata Koordinator Pos SAR Manggarai Barat Edy Suryono di Pos Pulau Padar, Labuan Bajo, Selasa (30/12/2025).

Dalam pencarian di hari kelima, Tim SAR gabungan menemukan serpihan dinding kapal wisata KM Putri Sakinah. Terdapat sebanyak tiga tim yang melakukan penyisiran di perairan Utara Pulau Serai, perairan bagian timur Pulau Padar, dan perairan bagian selatan Pulau Serai.

Selanjutnya, terdapat dua tim penyelam yakni dari Ditpolairud Polda NTT dan Perhimpunan Penyelam Profesional Komodo (P3KOM) yang melakukan penyelaman di lokasi kejadian dan sekitar lokasi kejadian hingga tiga nautical mile.

"Penyelaman dilakukan sebanyak dua kali oleh 12 penyelam di enam titik penyelaman," ujarnya.

 

 

Gunakan Peralatan Sonar

Ditpolairud Polda NTT juga mengerahkan peralatan sonar system, scooter bonex dan seabob, dalam upaya penyelaman.

"Untuk operasi SAR hari ini sebanyak 95 personel yang diterjunkan menggunakan sebanyak 12 alat utama (alut) dari berbagai unsur yang tergabung dalam tim," katanya.

Berdasarkan laporan dari SAR Maumere, kapal wisata KM Putri Sakinah membawa 11 penumpang, terdiri dari enam anggota keluarga Fernando Martin, empat kru kapal dan seorang pemandu wisata.

KM Putri Sakinah berangkat dari Pulau Komodo pada pukul 20.00 Wita menuju Pulau Padar untuk melanjutkan perjalanan wisata. Setelah setengah jam perjalanan, kapal wisata itu dihantam ombak besar dan mengalami mati mesin hingga tenggelam.

Beberapa saat setelah mendapat informasi kecelakaan laut tersebut, Tim SAR Gabungan langsung menuju lokasi menggunakan RIB Pos SAR Manggarai Barat.

 

Data Korban Selamat

Korban yang selamat pada peristiwa kecelakaan laut ini adalah Lukman sebagai Kapten KM Putri Sakinah, lalu 3 orang ABK yaitu Muhamad Rifai, Muhamad Alif Latifa, dan Rahimullah, kemudian guide bernama Valdus, dan 2 penumpang WNA Spanyol yakni Ortuno Andrea dan Mar Martinez Ortuno.

Sementara, 4 korban yang masih dalam pencarian yaitu Martin Carreras Fernando, Martin Garcia Mateo, Martines Ortuno Maria Lia, dan Martines Ortuno Enriquejavier.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6