Tekan Emisi Karbon, Pertamina Hulu Energi Optimalkan Pemanfaatan Gas Suar Terintegrasi

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil menekan emisi karbon melalui integrasi pemanfaatan gas suar. Inovasi ini mengubah gas buang menjadi energi listrik yang mendukung efisiensi operasional perusahaan.

Diterbitkan 23 Desember 2025, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PHE OSES mengurangi emisi 200.924 tCOâ‚‚e dengan inovasi REnPII-ENERSYNC.
  • Inovasi ini optimalkan GTG dan manfaatkan gas suar menjadi energi listrik.
  • Program ini hemat 562 MMSCF fuel gas dan Rp 442 M biaya operasi per tahun.

Liputan6.com, Jakarta - Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) akhirnya berhasil mengurangi emisi sebesar 200.924 tCO₂e  lewat penerapan inovasi REnPII-ENERSYNC yang mengoptimalkan operasi Gas Turbine Generator (GTG) di seleuruh area kerja, dan juga integrasi pemanfaaran gas suar.

Dikutip dari Antara, Selasa (22/12/2025), Manajer Power & Gas Pabelokan Island PHE OSES, Rosihan Anwar mengatakan, keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas fungsi, mulai dari pekerja lapangan hingga manajemen.

"Integritas pemanfaatan pada gas suar berlangsung di Platform Widuri, Rama dan Pabelokan untuk dirubah guna menjadi energi listrik untuk mendukung sistem pembangkitan," ujar Rosihan.

Selain itu, lanjut dia, PHE OSES juga terus meningkatkan keandalan terhadap pembangkit dan optimalisasi dalam penggunaan fuel gas, sekaligus juga untuk memperkuat manajemen energi sesuai dengan ISO 50001.

Berbagai program juga memberikan dampak yang operasional secara signifikan, Efisiensi energi menghasilkan penghematan fuel gas mencapai 562 juta standar kaki kubik (MMSCF) per tahun, atau setara dengan 614.379 GJ energi, serta untuk penurunan emisi dari pembangkitan sebesar 105.494 ton COâ‚‚e per tahun.

Efisiensi Biaya dan Peta Jalan Menuju Keberlanjutan

Tidak hanya itu, PHE OSES juga berhasil mencatat pengurangan terhadap biaya operasi dan pemeliharaan hingga Rp 442 miliar per tahunnya, sekaligus juga meningkatkan volume gas yang dijual bagai kontribusi terhadap pasokan energi nasional.

PHE OSES masih terus menyiapkan strategi untuk mempertahankan linerja positif tersebut, di antaranya melewati penerapan sistem tata kerja REnPII sebagai standarnya evaluasi energi, digitalisasi pemantauan konsumsi energi dan emisi. ekspansi proyek flare, serta implementasi teknologi efisien.

Upaya tersebut dilakukan untuk menjadi pondasi dalam menjaga keberlanjutan operasi sekaligus mendukung target penurunan emisi nasional.

"PHE OSES berkomitmen mendukung agenda nasional menuju Net Zero Emission 2060 melalui pengelolaan energi yang semakin cerdas, efisien, dan berkelanjutan," ucap General Manager PHE OSES, Antonius Dwi Arianto.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6