Chappy Hakim Rayakan Ulang Tahun ke-78, Terbitkan Buku 'Mamak Pulang'

Peluncuran buku ini sekaligus untuk merayakan hari ulang tahun Chappy Hakim yang ke-78. Buku bertajuk “Mamak Pulang” tersebut ditulis bersama dengan adiknya, Budiman Hakim.

Diterbitkan 17 Desember 2025, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim melakukan peluncuran bukunya berjudul “Mamak Pulang” di Gedung Yayasan Pustaka Obor Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (17/12/2025).

Kegiatan ini tak hanya dihadiri oleh keluarga Chappy, ia turut mengundang sejumlah tokoh militer hingga mantan pejabat negara, seperti Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era Soeharto, Wadirman Djojonegoro dan Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.

Peluncuran buku ini sekaligus untuk merayakan hari ulang tahun Chappy Hakim yang ke-78. Buku bertajuk “Mamak Pulang” tersebut ditulis bersama dengan adiknya, Budiman Hakim.

Chappy mengungkapkan, buku ini didedikasikan untuk Ibunya yang telah mendidik Chappy dengan tegas hingga Chappy kini dikenal sebagai salah satu tokoh penerbangan militer ternama.

"Ini adalah upaya anak-anak mereka, menghadirkan Almarhumah dalam sebuah buku. Jadi itu yang menjadi fokus peluncuran buku pada pagi hari ini,” ucap Chappy ketika diwawancarai Liputan6.com.

Selain buku “Mamak Pulang”, Chappy menjelaskan momen ini juga ia rayakan dengan meluncurkan buku anak-anak karya putrinya, Tascha Liudmila. Buku ini berjudul “Little Chappy’s Dream”.

Buku yang Tascha persembahkan untuk Ayahnya tersebut berisikan mimpi Chappy ketika kecil untuk menjadi seorang pilot yang dibalut dengan visual ramah anak.

"Yang kedua adalah buku anak saya Tascha, dulu di Metro TV, dia menulis tentang Little Chappy’s, itu buku tentang anak-anak. Jadi dua buku itu sebetulnya yang diluncurkan pada hari ini, “ jelas Chappy.

Alasan Memilih Tanggal 17 Desember 

Chappy menerangkan, dirinya memilih tanggal 17 Desember untuk merilis bukunya bukan tanpa alasan. Selain karena hari tersebut bertepatan dengan tanggal lahirnya, tanggal 17 Desember dipilih untuk mengingatkan Chappy kepada pelopor penerbangan asal Amerika Serikat, Wright bersaudara.

“Alasannya sederhana, 17 Desember 1903 itu pesawat terbang pertama diterbangkan oleh Wright Brothers Di Kill Devil Hill, North Carolina, Amerika Serikat 44 tahun setelah itu saya lahir,” ungkap Chappy. 

Selain itu, Chappy juga menjelaskan, tanggal ini dipilih sebagai refleksi dari bertambahnya usia Chappy agar senantiasa membagikan ilmu dan pengetahuan yang ia miliki, khususnya seputar kedirgantaraan.

“Itu bagian dari niat saya berbagi untuk mengampanyekan pengembangan minat dirgantara Air and Space Mindedness, Air Aerospace Mindedness, dulu namanya Air Mindedness, sekarang sudah Aerospace Mindedness,” ujarnya.

Chappy menegaskan, Indonesia kini memiliki tantangan baru untuk melahirkan generasi-generasi penerus kedirgantaraan. Dia juga menekankan, pemerintah dan masyarakat perlu menaruh perhatian lebih terhadap masalah penerbangan Indonesia.

Dia berharap, bukan hanya bidang maritim yang difokuskan untuk pembangunan. Sektor dirgantara memiliki potensi besar yang perlu dikembangkan. Dirgantara memiliki potensi yang bagus untuk membangun kekuatan nasional.

“Jadi itu tantangan bagi kita, bagi para generasi muda. Mari kita memberikan perhatian yang lebih besar kepada masalah-masalah kedirgantaraan. Saya selalu mengatakan, nenek moyangku orang pelaut, tetapi anak cucuku adalah insan dirgantara,” pungkas Chappy.

 

Isi Masa Pensiun Dengan Menulis

Chappy menghabiskan masa pensiunnya sebagai seorang purnawirawan TNI dengan menulis. Sebelum menerbitkan buku “Mamak Pulang”,  ia sudah menulis lebih dari 40 buku. Buku-bukunya tersebut banyak membahas soal ke keamanan nasional, militer, hingga dirgantara.

Masa mudanya yang dihabiskan untuk dunia penerbangan pun ia abadikan melalui karya-karya tulisnya. Chappy memilih untuk membagikan pengalaman yang sudah ia rasakan selama puluhan tahun di industri militer dan kedirgantaraan.

“Karena saya setelah pensiun itu sudah menetapkan, sudah mantap. Setelah pensiun saya sudah bertekad, hanya ingin berbagi. Berbagi apa? Berbagi dalam upaya mengembangkan minat kedirgantaraan generasi muda,” jelas Chappy.

Menurutnya, minat kedirgantaraan perlu ditingkatkan di kalangan generasi muda. Sebab, dunia penerbangan sangat berdampak besar bagi kehidupan manusia. Kini manusia dapat saling terhubung dan terkoneksi karena lahirnya kedirgantaraan.

“Kenapa perlu minat kedirgantaraan diangkat? Karena kedirgantaraan atau air and space adalah the future of human life Karena kedirgantaraan adalah masa depan umat manusia,”  tutur Chappy.

Lebih lanjut, Chappy menjelaskan dampak negara yang kurang memberikan atensi terhadap masalah kedirgantaraan. Negara dengan kondisi kedirgantaraan yang tidak terkelola dengan baik tentu akan mengalami ketertinggalan yang cukup jauh dibanding negara-negara lainnya.

“Apabila sebuah negara tidak memberikan perhatian yang cukup terhadap masalah-masalah kedirgantaraan. Dia akan tertinggal oleh negara-negara lain dan sulit untuk bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah dengan negara lain,” katanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6