Profil Singkat Michael Wisnu, Direktur Terra Drone yang Jadi Tersangka

Direktur Utama (Dirut) Terra Drone, Michael Wisnu Wardana, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran kantor yang menewaskan 22 karyawan. Berikut profil singkatnya.

Diterbitkan 11 Desember 2025, 14:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama (Dirut) Terra Drone, Michael Wisnu Wardana, telah resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran kantor yang menewaskan 22 karyawan.

Penetapan status tersangka tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.

"Ya (benar sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka)," kata dia kepada wartawan, Kamis (11/12/2025).

Profil Singkat Michael Wisnu

Menurut informasi dari laman resmi Terra Drone, Michel saat ini menjabat sebagai Managing Director. Ia merupakan lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan latar belakang pendidikan Teknik.

Penetapan Michael Wisnu sebagai tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara pada Rabu, 10 Desember 2025.

Dalam kasus ini, MW dijerat dengan pasal 187, 188, dan 359 KUHP yang berkaitan dengan tindak kejahatan yang membahayakan keamanan umum, seperti kebakaran, ledakan, atau banjir serta kelalaian yang mengakibatkan kematian.

Terra Drone sendiri merupakan perusahaan penyedia layanan pesawat nirawak atau drone yang menawarkan berbagai solusi, mulai dari survei udara, inspeksi infrastruktur, hingga analisis data. Perusahaan ini berbasis di Jepang dan telah beroperasi di lebih dari 25 negara, termasuk Indonesia, Malaysia, Turki, Australia, dan Brasil.

Sementara Terra Drone Indonesia (TDID) yang menjadi bagian dari Terra Drone Group, berfokus pada penyediaan layanan pemanfaatan Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau drone. Selain itu, perusahaan juga memberikan pelatihan dan konsultasi bagi korporasi yang sudah menggunakan drone untuk aktivitas operasional sehari-hari.

 

Rekam Jejak PT Terra Drone

Dalam lima tahun terakhir, Terra Drone Indonesia berhasil menyelesaikan kegiatan survei udara di lebih dari 600.000 hektar konsesi dan 2.500 kilometer koridor. Operasional ini meliputi berbagai sektor industri, pertambangan, utilitas, hingga perkebunan.

Secara global, Terra Drone memiliki anak perusahaan dan mitra strategis yang terbagi menjadi tiga kategori, yaitu penyedia jasa, produsen drone, dan pengembang software. Perusahaan ini mengombinasikan teknologi terkemuka dengan kemampuan dan kompetensi tim lokal di setiap negara sehingga menghasilkan ruang untuk menguasai pasar lokal.

Adapun sektor industri yang terlibat Terra Drone mencakup pertambangan, konstruksi, minyak dan gas, transmisi dan pembangkit, serta perkebunan dan agrikultur.

Untuk mendukung operasional tersebut, perusahaan juga mengembangkan berbagai produk, seperti Terra Topo, Terra Inspect, Terra Explo, Terra Patro, dan Terra Agri.

Kebakaran Terra Drone

Kebakaran hebat melanda gedung perkantoran milik Terra Drone di Jalan Letjen Suprapto No. 17, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Insiden ini menyebabkan belasan orang meninggal dunia.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Chondro menjelaskan, api pertama kali muncul di lantai satu gedung yang diduga berasal dari baterai yang terbakar. Dalam waktu singkat, api merambat hingga ke lantai dua, tiga, bahkan sampai lantai enam.

"Ada baterai di lantai 1 yang terbakar dan sempat dipadamkan oleh karwayan, ternyata baterai yang terbakar menyebar karena lantai 1 adalah gudangnya. Karyawan sedang makan berada di ljar dan sebaguan lagj istirahta di 2 3 dna 6. Api semakin membesar asap naik ke lantai 6," ujar Susatyo di lokasi, Selasa (9/12/2025).

Susatyo mengatakan, hingga pukul 15.30 WIB, jumlah korban meninggal yang sudah terkonfirmasi sebanyak 17 orang.

"Hingga pukul 15.30 sudah 17 korbannya," ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6