Mendikdasmen: Bahasa Portugis Siap Jadi Pilihan Baru di Sekolah, Tunggu Persiapan Guru dan Fasilitas

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya sedang mengkaji penerapan pelajaran bahasa Portugis di sekolah. Kajian ini merupakan bagian dari program pengembangan bahasa asing.

Diterbitkan 26 November 2025, 15:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya sedang mengkaji penerapan pelajaran bahasa Portugis di sekolah. Kajian ini merupakan bagian dari program pengembangan bahasa asing.

Pernyataan ini disampaikan Abdul Mu'ti usai rapat bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Rabu (26/11/2025).

"Jadi kami sudah melakukan kajian internal soal pembelajaran bahasa asing ya, tidak hanya bahasa Portugis. Karena bahasa asing itu kan banyak ya," kata Abdul Mu'ti kepada wartawan.

"Sekarang ini kan bahasa asing itu yang sudah wajib adalah bahasa Inggris, dan mulai tahun 2027 itu kita mulai mengajarkan bahasa Inggris kelas 3 SD. Tahun 2026 guru bahasa Inggrisnya kita latih," sambungnya.

Dia menyebut, saat ini sudah ada lima pelajaran bahasa asing yang telah diajarkan kepada peserta didik. Mulai dari Bahasa Arab, Perancis, Mandarin, Jepang, hingga Korea. Sehingga, tidak menutup kemungkinan jika nanti bakal ada pelajaran bahasa Portugis untuk peserta didik.

"Tapi nanti sangat tergantung pada bagaimana kesiapan gurunya, juga bagaimana kesiapan sarana prasarananya. Dan nanti tentu saja, kalau sekarang ini skemanya memang masih merupakan skema yang bahasa asing pilihan. Bahasa asing pilihan gitu," pungkasnya.

Prabowo Minta Bahasa Portugis Diajarkan di Sekolah

Pada Kamis (23/10/2025), Presiden Prabowo Subianto memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa asing dalam sistem pendidikan di Indonesia. Menurut dia, hal ini membuktikan bahwa Indonesia memandang Brasil sebagai mitra penting.

Hal ini disampaikan Prabowo saat menerima kunjungan kenegaraan Presiden Brasil, Luiz Inácio Lula da Silva di Istana Merdeka Jakarta. Prabowo mengaku senang dapat menyambut kunjungan Presiden Lula.

"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia," kata Prabowo dalam sesi pertemuan bilateral.

Prabowo mengaku telah memerintahkan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti untuk mulai mengajarkan bahasa Portugis di sekolah-sekolah Indonesia.

"Dan akan memberi petunjuk kepada Menteri Pendidikan Tinggi dan Menteri Pendidikan Dasar Indonesia untuk mulai mengajar bahasa Portugis di sekolah-sekolah kita," jelas Prabowo.

"Ini bukti bahwa ini memandang hubungan Brasil dan Indonesia sangat besar," sambungnya.

Diusulkan Diujicoba di NTT

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengusulkan pembelajaran bahasa Portugis di sekolah yang diwacanakan Presiden Prabowo Subianto agar terlebih dahulu diujicobakan di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dikarenakan NTT merupakan daerah yang memiliki kedekatan historis dan interaksi sosial-budaya dengan negara-negara berbahasa Portugis, selain itu daerah tersebut juga berbatasan langsung dengan Timor Leste.

"Pendekatan kontekstual ini akan memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih relevan, efektif, dan memberi manfaat nyata bagi peserta didik serta masyarakat setempat," kata Hetifah.

Menurut dia, Komisi X DPR RI yang membidangi urusan pendidikan tentu menyambut baik setiap upaya Pemerintah dalam memperkaya kompetensi bahasa asing peserta didik Indonesia.

Namun demikian, lanjutnya, Pemerintah perlu memastikan bahwa pengajaran bahasa Portugis, seperti juga bahasa asing lainnya memiliki dasar yang jelas, baik dari segi manfaat strategis, hubungan diplomatik, maupun relevansinya dengan kebutuhan masa depan siswa.

Sumber: Merdeka.com/Nur Habibie

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6