Terungkap Motif Penculikan dan Pembunuhan Alvaro Kiano

Motif penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), terkuak. Alex, diduga melakukan aksi keji itu karena dendam yang sudah lama ia pendam terhadap istrinya, Arum Indah Kusumastuti.

Diterbitkan 24 November 2025, 16:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ayah tiri Alex membunuh Alvaro Kiano karena dendam pada ibu korban.
  • Dendam Alex dipicu kecemburuan dan kemarahan terhadap istrinya.
  • Kerangka Alvaro ditemukan setelah 8 bulan hilang, menunggu hasil tes DNA.

Liputan6.com, Jakarta - Motif penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), terkuak. Alex, diduga melakukan aksi keji itu karena dendam yang sudah lama ia pendam terhadap istrinya, Arum Indah Kusumastuti.

Hal itu disampaikan oleh kakek Alvaro, Tugimin. Menurutnya, keluarga awalnya tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi hingga polisi menangkap Alex dan menjalani pemeriksaan intensif.

"Awalnya kita enggak tahu, setelah ada berita penangkapan, introgasi akhirnya saya ada bocoran. Dari bocoran itu ada yang memberitahukan bahwa ada motif, intisarinya dendam sama ibunya," kata dia saat ditemui di lokasi, Senin (24/11/2025).

Dendam yang dimaksud, kata Tugimin, berawal dari kecemburuan. Alex selalu menuding istrinya selingkuh hanya karena telepon tak diangkat. Kecurigaan itu terus menumpuk hingga berubah menjadi kemarahan.

“Dalam bentuk dalam arti kecemburuan. Cemburu sama istrinya, kalau telepon gak diangkat dianggapnya istrinya selingkuh, main sama laki-laki lain. Akhirnya timbul dendam," ucap dia.

Tak hanya itu, Alex juga melarang Arum bekerja ke luar negeri. Namun saat itu Arum tetap berangkat untuk bekerja.

"Dan waktu itu enggak boleh kerja keluar tapi berangkat juga. Malaysia waktu itu," tandas dia.

 

Diculik Ayah Tiri

Polisi mengungkap pelaku pembunuhan Alvaro Kiano Nugroho (6), anak laki-laki yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan adalah ayah tirinya.

"Pelaku adalah ayah tirinya Alvaro," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly kepada wartawan di Jakarta, Senin (24/11/2025).

Dia mengatakan polisi menangkap pelaku tersebut, kemudian menemukan kerangka yang diduga Alvaro. Setelah itu, polisi melakukan tes DNA terhadap kerangka yang diduga jasad Alvaro tersebut.

Tes DNA merupakan proses pemeriksaan laboratorium untuk menganalisis "deoxyribonucleic acid" (DNA), yaitu materi genetik yang menyimpan informasi biologis unik seseorang.

"Baru diketemukan kerangka manusia yang diduga merupakan Alvaro," ujar Nicolas.

Oleh karena itu, kata Nicolas, untuk memastikan kerangka tersebut benar Alvaro atau bukan, perlu dilakukan pengecekan DNA dan pemeriksaan laboratorium forensik.

 

Ditemukan Tewas

Sebelumnya, polisi telah menemukan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang sejak Maret 2025 di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, dalam kondisi meninggal dunia.

Polsek Pesanggrahan menyatakan tersangka dalam kasus hilangnya Alvaro itu juga sudah ditangkap untuk dimintai keterangan.

Kendati demikian, pihaknya belum dapat memberikan banyak keterangan terkait penyebab meninggalnya korban karena kasus tersebut masih dilakukan pendalaman.

Kepolisian menyebutkan rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar rumah korban yang terhapus setiap hari dan tidak tersimpan menjadi salah satu kendala dalam pencarian anak tersebut.

Selain itu, keluarga juga melaporkan hilangnya Alvaro tidak tepat pada hari kejadian itu berlangsung.

Akan tetapi, polisi terus berupaya mencari informasi yang masuk dari keterangan saksi, sekolah, keluarga, dan pesan langsung atau direct message (DM) pada media sosial Instagram, serta saluran aduan Kapolsek.

Alvaro terhitung hilang selama delapan bulan. Keberadaannya sudah tidak terdeteksi sejak Kamis, 6 Maret 2025.

Sementara itu, kakek korban Tugimin (71) menduga Alvaro Kiano diculik oleh seorang pria yang mengaku sebagai ayahnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6