Operasi Zebra 2025 Hari Kelima Sabtu 22 November 2025, Korlantas Polri Catat Ada 989 Kegiatan

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan perkembangan Operasi Zebra 2025 hingga hari kelima atau pada hari ini, Sabtu (22/11/2025).

Diterbitkan 22 November 2025, 20:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengungkapkan perkembangan Operasi Zebra 2025 hingga hari kelima atau pada hari ini, Sabtu (22/11/2025).

Menurut Kepala Korlantas Polri Irjen Polisi Agus Suryonugroho, perlindungan pejalan kaki meningkat signifikan pada hari kelima dengan tercatat sebanyak 989 kegiatan di seluruh wilayah.

"Berdasarkan dokumentasi, personel bertugas di titik penyeberangan, kawasan sekolah dan pasar, serta di simpang rawan dan kawasan pendidikan," ujar Agus, melansir Antara, Sabtu (22/11/2025).

Atas capaian tersebut, Agus menyampaikan apresiasinya dan meminta agar intensitas edukasi tetap dijaga sepanjang operasi. Kemudian, lanjut dia, dari sisi kegiatan preemtif hari kelima Operasi Zebra 2025, Korlantas mencatatkan total 64.461 kegiatan.

"Dari sisi preventif, total kegiatan mencapai 730.018 kegiatan, termasuk penempatan personel di titik rawan pelanggaran sebanyak 101.122 kegiatan," terang Agus.

Meskipun fokus pada edukasi dan pencegahan, penindakan hukum juga tetap berjalan tegas dengan didominasi teknologi.

"Total penindakan pelanggaran pada hari kelima Operasi Zebra 2025 mencapai 347.409 perkara. Penindakan melalui ETLE statis tercatat 35.376 dan ETLE mobile 32.698 perkara," papar Agus.

Sementara itu, polisi juga mencatat 396 kegiatan penertiban balap liar di seluruh wilayah dengan kendaraan roda dua yang terjaring sebanyak 381 kendaraan.

 

Fokus Harian Polda

Agus pun menekankan, penanganan balap liar dan keselamatan pejalan kaki harus tetap menjadi fokus harian seluruh Polda.

Hal ini juga penting untuk menanggapi data kecelakaan lalu lintas pada hari kelima Operasi Zebra 2025 yang mencatatkan sebanyak 912 kejadian dengan korban meninggal dunia mencapai 95 orang.

Ia meminta seluruh polda segera memperbarui daftar 10 titik rawan kecelakaan tertinggi untuk tindakan korektif cepat.

Kakorlantas juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus mematuhi aturan lalu lintas dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam aktivitas sehari-hari.

"Korlantas Polri berkomitmen untuk melanjutkan Operasi Zebra 2025 dengan standar profesionalisme yang tinggi," pungkas Agus.

Polri melaksanakan Operasi Zebra 2025 secara serentak di seluruh Indonesia pada 17 hingga 30 November 2025.

 

Operasi Zebra 2025, Kakorlantas Polri Utamakan Perlindungan Pejalan Kaki

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar Operasi Zebra 2025 pada tanggal 17-30 November 2025. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyampaikan, operasi tersebut sekaligus menjadi penegasan strategi nasional keselamatan lalu lintas yang juga berfokus pada perlindungan pejalan kaki.

Menurutnya, perlindungan terhadap pejalan kaki sangat penting bagi strategi nasional keselamatan lalu lintas. Pejalan kaki merupakan pengguna jalan yang paling rentan, sehingga mesti mendapatkan prioritas dan perlindungan.

"Pejalan kaki adalah simbol kemanusiaan di jalan raya. Mereka yang paling lemah harus dilindungi, bukan disingkirkan," tutur Agus kepada wartawan, Minggu 16 November 2025.

Agus mengatakan, kebijakan untuk melindungi pejalan kaki menjadi implementasi dari prinsip Vision Zero, yakni tidak ada korban jiwa yang dapat diterima di jalan raya. Termasuk juga konsep Hierarchy of Road Users yang menempatkan pejalan kaki pada posisi tertinggi dalam urutan prioritas keselamatan jalan.

Kedua prinsip tersebut menjadi dasar bagi Korlantas Polri dalam menyusun langkah strategis berbasis sistem keselamatan manusia.

Tidak ketinggalan, Agus menekankan bahwa perlindungan terhadap pejalan kaki bukan hanya bagian dari penegakan hukum, namun juga bentuk kehadiran negara dalam melindungi warganya.

Dia pun meminta seluruh jajaran korps lalu lintas di tingkat Polda hingga Polres untuk menjadikan keselamatan pejalan kaki sebagai indikator utama kinerja, dengan mengukur keberhasilan bukan dari jumlah tilang, tetapi peningkatan kepatuhan masyarakat dan menurunnya angka kecelakaan.

"Korlantas Polri berkomitmen menghadirkan ruang jalan yang aman, tertib, dan manusiawi bagi seluruh pengguna jalan," kata Agus.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6