Dorong Kemandirian Desa, Pemkab Kukar Gelar Bimtek Ketahanan Pangan dan Koperasi Merah Putih

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa.

Diterbitkan 29 Oktober 2025, 11:22 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kukar gencarkan Bimtek dan Koperasi Desa Merah Putih untuk kemandirian pangan desa.
  • Program ini sejalan Inpres 9/2025 dan SDGs Desa menuju Indonesia Emas 2045.
  • Pemkab Kukar berkomitmen besar pada pertanian dan kolaborasi semua pihak.

Liputan6.com, Tenggarong Upaya memperkuat kemandirian pangan di tingkat desa kembali digencarkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Ketahanan Pangan dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang berlangsung di Hotel Grand Elty Singgasana, Tenggarong, Jumat (24/10/2025), Kukar menegaskan komitmennya terhadap ketahanan pangan berkelanjutan.

Sekretaris Daerah Kukar, H. Sunggono, yang mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Dalam sambutannya, Sunggono menjelaskan bahwa kebijakan ketahanan pangan di desa menjadi bagian penting dalam upaya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) Desa, termasuk Desa Tanpa Kemiskinan dan Desa Tanpa Kelaparan.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Kukar menyambut baik dan mengapresiasi pelaksanaan kegiatan Bimtek ini. Diharapkan kegiatan ini tak hanya memberi edukasi, tetapi juga meningkatkan kompetensi peserta dalam percepatan target ketahanan pangan dan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing desa,” kata Sunggono.

Menurutnya, pelaksanaan program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional menuju Indonesia Emas 2045, melalui swasembada pangan berkelanjutan dan pemerataan ekonomi berbasis desa.

“Alhamdulillah di Kabupaten Kutai Kartanegara telah terbentuk Koperasi Desa/Kelurahan di seluruh wilayah. Dalam mendorong ketahanan pangan, sinergi antara BUM Desa dan Koperasi Desa sangat penting agar tidak terjadi kompetisi yang tidak sehat,” jelasnya.

Bangun Sektor-sektor Produksi

Sunggono juga menegaskan bahwa komitmen Pemkab Kukar terhadap pembangunan pertanian dalam arti luas sangat besar. Transformasi ekonomi daerah kini diarahkan dari ketergantungan pada sumber daya alam yang tidak terbarukan menuju sektor-sektor produktif seperti pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

“Kabupaten Kukar selama lebih dari satu dekade terakhir berperan strategis sebagai lumbung pangan Provinsi Kalimantan Timur. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa kolaborasi semua pihak, termasuk TNI, Polri, perguruan tinggi, swasta, NGO, dan media,” tuturnya.

 Melalui kegiatan ini, Pemkab Kukar berharap setiap desa mampu membangun sistem pangan berkelanjutan dan memperkuat kelembagaan ekonomi desa agar ketahanan pangan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar terwujud di lapangan.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6