Semarak Hari Santri Nasional 2025 di Kukar: Bupati Aulia Rahman Basri Tekankan Peran Pesantren untuk Generasi Cerdas

Bupati Kukar menegaskan, pesantren sejak lama telah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter di Nusantara.

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 08:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ribuan santri merayakan Hari Santri Nasional 2025 di Kutai Kartanegara.
  • Upacara bertema "Mengawal Indonesia Merdeka" dengan serangkaian kegiatan khidmat.
  • Menteri Agama menekankan peran santri dalam kemajuan bangsa dan dunia.

Liputan6.com, Jakarta Ribuan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren serta sekolah Islam di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) turut memeriahkan upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 yang digelar di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Rabu (22/10/2025).

Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, upacara berlangsung khidmat dengan serangkaian kegiatan seperti pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan UUD 1945, Ikrar Santri Nasional, serta pembacaan resolusi jihad. Acara juga dirangkai dengan penyerahan bantuan belanja hibah bagi pondok pesantren dan piala lomba Hari Santri.

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan sambutan tertulis dari Menteri Agama RI Dr. KH Nasaruddin Uma. Dalam sambutan tersebut, Menteri Agama menyampaikan bahwa Hari Santri tahun ini memiliki makna istimewa karena menjadi peringatan ke-10 sejak pertama kali ditetapkan pemerintah pada tahun 2015.

“Dalam rentang waktu itu kita menyaksikan semakin kuatnya peran pesantren dan santri dalam berbagai bidang kehidupan,” ujar Menteri Agama RI KH Nasaruddin Uma dalam sambutan yang dibacakan Bupati Kukar.

Momentum Kebangkitan Santri Indonesia

Ia menegaskan, pesantren sejak lama telah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter di Nusantara. Dari lembaga ini, lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

KH Nasaruddin juga menyebut banyak alumni pesantren yang kini berperan penting di berbagai bidang, mulai dari pejuang kemerdekaan, pejabat publik, pengusaha, hingga pemikir dunia.

“Bahkan saat ini banyak santri yang sudah berkiprah di level internasional, membawa nama baik Indonesia di kancah global,” katanya.

Hari Santri, lanjutnya, harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia agar tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga teknologi, sains, dan bahasa dunia.

“Peluklah inovasi zaman, bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, dan ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” pesan KH Nasaruddin Uma.

Sebagai penutup rangkaian acara, digelar tradisi beseprah,makan bersama sambil duduk bersila di atas tikar, di area parkir Blok C Kantor Bupati Kukar, sebagai wujud kebersamaan dan penghormatan terhadap tradisi pesantren.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6