Tanggal 23 Oktober Diperingati Hari Apa? Ini Deretan Peringatan Penting di Indonesia dan Dunia

Tanggal 23 Oktober menyimpan beragam peringatan penting, baik di Indonesia maupun dunia. Berikut ulasannya!

Diterbitkan 23 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 23 Oktober menyimpan beragam peringatan penting, baik di Indonesia maupun dunia. Di Tanah Air, hari ini menandai ulang tahun ke-254 Kota Pontianak, kota yang dikenal sebagai Kota Khatulistiwa yang berdiri sejak 1771.

Di tingkat global, Kamis (23/10/2025) juga menjadi saksi berbagai momen bersejarah. Mulai dari Revolusi Hungaria 1956, Hari Pembebasan Libya pasca tumbangnya rezim Muammar Gaddafi, hingga Hari Mol, yang dirayakan untuk menumbuhkan kecintaan pada ilmu kimia.

Bagi pecinta satwa, hari ini juga diperingati sebagai Hari Macan Tutul Salju Internasional, momen ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian satwa langka di kawasan Himalaya.

Berikut ini sederet peringatan yang diperingati pada 23 Oktober, dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

 

HUT ke-254 Kota Pontianak

Melansir situs resmi Pemerintah Kota Pontianak, kota ini resmi berdiri pada 23 Oktober 1771 oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang kemudian diangkat menjadi Sultan Pontianak. Tanggal pendirian ini tercatat pada 24 Rajab 1181 Hijriah atau bertepatan dengan 23 Oktober 1771 Masehi.

Kini, Pontianak yang dijuluki Kota Khatulistiwa menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan di Provinsi Kalimantan Barat.

Menjelang perayaan HUT ke-254, Pemerintah Kota Pontianak telah meluncurkan logo resmi pada 25 September 2025 di Pontive Center. Logo yang terpilih melalui sayembara nasional ini mencerminkan persahabatan, sejarah, dan karakter unik yang menjadi identitas Pontianak hari ini.

 

Hari Republik Hungaria: Mengenang Revolusi 1956

Tanggal 23 Oktober juga menjadi momen penting bagi Hungaria, diperingati sebagai Hari Republik Hungaria. Hari ini mengenang dua peristiwa bersejarah: Revolusi 1956 melawan dominasi Uni Soviet dan deklarasi Republik Ketiga pada 1989.

Menurut laman National Today, Revolusi Hungaria 1956 bermula di Budapest ketika mahasiswa dan rakyat turun ke jalan menuntut reformasi demokratis. Protes ini menyebar cepat ke seluruh negeri, menjadi pemberontakan nasional terhadap pemerintahan komunis yang didukung Soviet. Meski akhirnya diganyang oleh tank-tank Soviet, peristiwa ini tetap menjadi simbol perjuangan rakyat untuk kebebasan.

Setelah puluhan tahun berada di bawah pengaruh Uni Soviet, Hungaria akhirnya memproklamasikan Republik Ketiga pada 23 Oktober 1989, membuka era politik multipartai dan demokratis. Sejak 1991, Majelis Nasional Hungaria menetapkan 23 Oktober sebagai hari libur nasional, sebagai penghormatan terhadap semangat rakyat yang menolak penindasan.

 

Hari Pembebasan Libya: Akhir dari Rezim Muammar Gaddafi

Di belahan dunia lain, 23 Oktober diperingati sebagai Hari Pembebasan Libya. Momen ini menandai berakhirnya kekuasaan otokratis Muammar Gaddafi setelah perang saudara pada tahun 2011.

Melansir dari laman National Today, Gaddafi yang menggulingkan Raja Idris I pada tahun 1969 melalui kudeta tanpa darah dikenal sebagai pemimpin ambisius. Ia mendirikan pemerintahan sosialis yang kemudian berubah menjadi otoriter. Meski di awal pemerintahannya Libya mengalami kemajuan ekonomi, kekuasaan Gaddafi kemudian dipenuhi korupsi dan represi politik.

Gerakan Musim Semi Arab pada 2011 pun memicu pemberontakan besar rakyat Libya. Dukungan militer dari Amerika Serikat dan NATO mempercepat jatuhnya pemerintahan Gaddafi. Ia akhirnya tewas pada 20 Oktober 2011, dan tiga hari kemudian, pada 23 Oktober, Libya secara resmi mendeklarasikan pembebasan nasional.

Hari Pembebasan Libya kini diperingati setiap tahun dengan penutupan kantor pemerintahan, sekolah, dan bank sebagai bentuk penghormatan terhadap rakyat yang berjuang melawan penindasan.

 

Hari Mol (Mole Day): Merayakan Ilmu Kimia dan Bilangan Avogadro

Bagi pelajar dan penggemar sains, tanggal 23 Oktober juga diperingati sebagai Hari Mol atau Mole Day. Perayaan tidak resmi ini dibuat untuk menghormati bilangan Avogadro (6,02 × 10²³), salah satu konsep dasar yang penting dalam dunia kimia.

Melansir dari situs web Warung Sains Teknologi, peringatan ini biasanya dimulai pada pukul 6:02 pagi hingga 6:02 sore (23/10, 6:02), yang merepresentasikan angka khas Avogadro.

Gagasan Mole Day bermula dari artikel dalam majalah The Science Teacher pada awal 1980-an dan kemudian diresmikan dengan berdirinya National Mole Day Foundation pada tahun 1991.

Perayaan Mole Day diisi dengan aktivitas edukatif, seperti permainan dan eksperimen kimia di sekolah menengah di Amerika Serikat, Kanada, dan Afrika Selatan. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan minat terhadap kimia dengan cara menyenangkan dan interaktif.

 

Hari Macan Tutul Salju Internasional: Menyelamatkan “Hantu Pegunungan”

Melansir United Nations, Majelis Umum PBB menetapkan 23 Oktober sebagai Hari Internasional Macan Tutul Salju pada 2024. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama global dalam melindungi dan melestarikan satwa langka yang hidup di pegunungan tinggi.

Macan tutul salju (Panthera uncia) dikenal hidup di pegunungan tinggi Himalaya, Tiongkok, Mongolia, hingga Rusia. Hewan ini dijuluki “hantu pegunungan” karena jarang terlihat, aktif pada waktu senja dan fajar, serta memiliki kemampuan berkamuflase luar biasa.

Peringatan ini bermula dari Deklarasi Bishkek yang diadopsi pada 23 Oktober 2013 dalam Forum Global Konservasi Macan Tutul Salju di Kirgistan. Setahun kemudian, kedua belas negara peserta forum mendeklarasikan tanggal tersebut sebagai Hari Macan Tutul Salju Internasional.

Hari ini menjadi momentum untuk mengingatkan dunia akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan mencegah kepunahan satwa yang berperan penting dalam keseimbangan ekosistem gunung.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6