Menlu Tegaskan Presiden Prabowo Tak Pernah Ada Rencana ke Israel

Dia mengatakan Prabowo sedari awal akan kembali ke Indonesia pada Selasa hari ini, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, Senin 13 Oktober 2025.

Diterbitkan 14 Oktober 2025, 17:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Menlu RI membantah Presiden Prabowo akan mengunjungi Tel Aviv.
  • Prabowo fokus pada KTT Perdamaian Gaza di Mesir, bukan Israel.
  • Media Israel melaporkan kunjungan Prabowo, yang dibantah Menlu RI.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono menegaskan, Presiden Prabowo Subianto sejak awal tak pernah mengagendakan kunjungan ke Tel Aviv, Israel. Dia pun tak mengetahui apakah media Israel melakukan propaganda dengan menyebut Prabowo akan mengunjungi Tel Aviv.

"Saya tidak tahu propaganda atau tidak, tapi ya dari rencana awal kita pulang hari ini (ke Indonesia). Tidak (ada rencana ke Israel)," kata Sugiono kepada wartawan di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta Timur, Selasa (14/10/2025).

Dia mengatakan Prabowo sedari awal akan kembali ke Indonesia pada Selasa hari ini, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perdamaian Gaza di Mesir, Senin 13 Oktober 2025.

Selama di Mesir, Sugiono menyebut Prabowo fokus menyaksikan penandatanganan perjanjian perdamaian dan penghentian perang Gaza yang dilakukan Presiden AS Donald Trump serta pemimpin negara lain.

"Kemarin kita semua fokus di acara penandatanganan itu yang prosesnya juga sebenarnya cukup lama dari jam 2 acaranya itu baru terlaksana sekitar jam 6 sore atau jam 7," tutur Sugiono.

 

Berita Media Israel

Sebelumnya, Media Times of Israel melaporkan rencana kunjungan Presiden Indonesia Prabowo Subianto ke Tel Aviv pada Selasa (14/10/2025).

Dalam artikel berjudul 'Indonesia's president will arrive in Israel tomorrow --- source', media tersebut menyebutkan bahwa kunjungan ini akan menjadi yang pertama kalinya dilakukan oleh seorang kepala negara Indonesia ke Israel, sebuah langkah yang dinilai bersejarah dan berpotensi membawa dampak diplomatik besar.

Times of Israel juga menyoroti pidato Prabowo di Majelis Umum PBB pada bulan September lalu, dimana ia menyebut Israel dengan nada yang hangat dan menutup pidatonya dengan sapaan 'Shalom'.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6