Dorong Kepedulian Lingkungan Sejak Dini, Gubernur Andra Soni: Pengelolaan Sampah Adalah Tugas Kolektif

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasinya atas dilaksanakannya kegiatan ini yang berupaya mewujudkan Banten menjadi daerah yang lebih baik.

Diterbitkan 11 Oktober 2025, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kabupaten Tangerang gelar jalan santai pungut sampah libatkan seribu siswa.
  • Gubernur Banten tekankan edukasi dini dan kolaborasi pengelolaan sampah.
  • Kampanye ini bertujuan ciptakan Tangerang Langit Biru dan karakter peduli lingkungan.

Liputan6.com, Jakarta - Banyak cara untuk mengkampanyekan cinta lingkungan sejak dini. Seperti yang dilakukan di Kabupaten Tangerang, pemerintah daerah bersama pihak swasta menggelar kegiatan jalan santai sambil memungut sampah yang diikuti oleh lebih dari seribu siswa.

Kampanye Ayo Tangerang Langit Biru-Generasi Bersih oleh Veritas Edukasi Lingkungan ini, sebenarnya sudah dilakukan sejak Maret 2025. Mulai dari mengedukasi siswa di berbagai tingkatan sekolah, dari SD, SMP hingga SMA/SMK.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan pentingnya memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak mengenai pengelolaan sampah. Ia mendorong kolaborasi berbagai pihak guna membentuk generasi yang peduli terhadap lingkungan sehat.

Menurutnya, praktik-praktik pengelolaan sampah ilegal merugikan masyarakat apalagi pembakaran sampah. Berdasarkan data KLH, terdapat 8.000 ton sampah setiap hari di mana hanya 13 persen yang baru bisa diolah.

"Pengelolaan sampah secara baik dan benar adalah tugas kolektif, apalagi jika sampah rumah tangga memiliki nilai ekonomis. Tentu saja kedepannya program ini akan digalakkan sedemikian rupa guna menciptakan Tangerang Langit Biru yang kita semua inginkan," kata Andra Soni dalam keterangan yang diterima, Sabtu (11/10/2025). 

 

Ciptakan Langit Biru

"Selain jalan sehat, kami juga mengadakan bakti sosial dan penanaman pohon bersama. Tujuannya untuk menciptakan Tangerang Langit Biru, bukan hanya hari ini, melainkan juga dikemudian hari," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sekaligus Jajaran Direksi Alam Sutera, Tri Tamtomo, menjelaskan bahwa jalan sehat ini merupakan bentuk pendidikan kesehatan dan lingkungan untuk anak-anak sejak dini.

“Kurang lebih ada sekitar seribu anak yang mengikuti jalan sehat sambil memungut sampah di sepanjang jalur gerak jalan ini. Ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter terhadap anak,” kata Tri Tamtomo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6