Hari Apa Diperingati Setiap 10 Oktober? Yuk Ketahui Ada 6 Peringatan!

Tanggal 10 Oktober 2025 jatuh pada hari Jumat. Salah satu hari yang dipenuhi dengan berbagai peringatan penting di tingkat Internasional.

Diterbitkan 10 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 10 Oktober 2025 jatuh pada hari Jumat. Salah satu hari yang dipenuhi dengan berbagai peringatan penting di tingkat Internasional.

Hari ini, Jumat (10/10/2025) diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau World Mental Health Day. Peringatan ini mempunyai tujuan yang penting untuk menyoroti kesehatan mental yang ada di seluruh dunia.

Peringatannya juga menjadi upaya untuk membuka kesadaran di antara masyarakat bahwa masalah kesehatan mental merupakan salah satu hal yang tidak kalah penting dengan kesehatan tubuh.

Selanjutnya, Hari Bubur Sedunia atau World Porridge Day juga diperingati pada hari ini, Jumat (10/10/25). Pada awalnya, hari ini merupakan kampanye yang diinisiasi di Skotlandia untuk mendukung pemberian makanan bergizi untuk anak-anak di negara berkembang.

Kemudian, hari ini juga memperingati Hari Tunawisma Sedunia atau World Homeless Day. Peringatan yang menyuarakan kepedulian kepada mereka yang hidup tanpa tempat tinggal yang layak.

Di sisi lain, tanggal 10 Oktober juga dirayakan sebagai Hari Anti Hukuman Mati Sedunia atau World Day Against the Death Penalty.

Peringatan ini menjadi seruan global untuk menegakkan hak hidup dan memperjuangkan sistem hukum yang lebih berkeadilan.

Tak kalah unik, hari ini dunia juga memperingati Hari Kesadaran Kecelakaan Hewan Jalan Sedunia atau World Animal Road Accident Awareness Day.

Acara tahunan ini bertujuan untuk menyoroti bahaya yang dihadapi hewan saat menjelajahi lingkungan yang didominasi manusia dan mempromosikan langkah-langkah untuk melindungi mereka.

Berikut sederet momen yang diperingati dunia setiap tahunnya pada 10 Oktober dihimpun Tim News Liputan6.com dari berbagai sumber:

 

1. Hari Kesehatan Mental Sedunia

Hari Kesehatan Mental Sedunia awalnya diusulkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Federasi, Richard Hunter. Peringatan ini pertama kali diperingati pada 10 Oktober 1992 yang diinisiasi oleh Federasi Kesehatan Mental Dunia.

Pada tahun ini, Hari Kesehatan Mental Sedunia mengangkat tema 'Akses ke Layanan: Kesehatan Mental dalam Bencana dan Keadaan Darurat' menyoroti kebutuhan mendesak untuk memastikan kesehatan mental dan dukungan psikososial (MHPSS) menjangkau masyarakat terdampak konflik, bencana, dan pengungsian.

Pada tahun 2025, seruan ini semakin mendesak karena kebutuhan kemanusiaan terus meningkat di seluruh dunia, seperti dikutip dari laman IOM UN Migration.

Berdasarkan informasi dari situs National Today, Hari Kesehatan Mental Sedunia merupakan peringatan yang pertama kali diciptakan pada 1992.

Saat itu, Federasi Kesehatan Mental Dunia atau World Federation for Mental Health mencetuskan peringatan tersebut.

Diketahui saat itu Wakil Sekretaris, Richard Hunter berinisiatif membuat peringatan Hari Mental Sedunia pertama pada 10 Oktober 1992. Namun, peringatannya mulai dirayakan secara rutin dengan tema tertentu pada 1994.

Pada tahun tersebut temanya bertajuk 'Meningkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mental di Seluruh Dunia'. Kemudian selama tiga tahun pertama hingga 1995 terdapat siaran televisi di seluruh dunia yang menyampaikan pesan kepada masyarakat soal kesehatan mental.

Ada pun sejak peringatan rutin tersebut, akhirnya setiap 10 Oktober seluruh dunia memperingati hari tersebut sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia. Tentunya perayaan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat terkait kesehatan mental.

 

2. Hari Bubur Sedunia

Peringatan Hari Bubur Sedunia yang jatuh pada 10 Oktober ini awalnya dirayakan pada tahun 2009. Mengutip dari laman Days of The Year, Bubur, kebetulan, adalah hidangan nasional tradisional Skotlandia, dan telah menjaga kesehatan masyarakat negara ini selama ratusan tahun.

Setiap tahun di desa Carrbridge di Dataran Tinggi Skotlandia, diadakan kompetisi, Kejuaraan Pembuatan Bubur Dunia, untuk menentukan juara bubur yang paling menggambarkan rasa dan pengalaman makanan ini.

Namun, orang Skotlandia selalu dikenal memiliki pandangan dunia yang progresif dan sangat peduli terhadap orang lain di mana pun.

Oleh karena itu, Carrbridge bekerja sama dengan Mary's Meals untuk membantu menyediakan bubur yang kaya nutrisi bagi anak-anak di seluruh dunia.

Mary's Meals berupaya mendistribusikan makanan kepada anak-anak di seluruh dunia dan bekerja di tempat-tempat terpencil seperti Malawi untuk membantu memastikan anak-anak mendapat makanan sepanjang tahun ajaran.

Lebih dari satu setengah juta anak di 16 negara termiskin di dunia mendapat manfaat dari upaya mereka, makanan tersebut mendorong anak-anak untuk bersekolah dan membangun pendidikan mereka sehingga mereka dapat memimpin diri mereka sendiri, komunitas mereka, dan negara mereka keluar dari kemiskinan.

Malawi, Haiti, Rumania, Kenya, Filipina, Bosnia, India, Liberia, Thailand, dan Ekuador hanyalah beberapa tempat di mana Mary's Meals berupaya membuat Hari Bubur Sedunia membawa perubahan.

Hari Bubur Sedunia pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 dan sejak itu, anak-anak semakin sehat dan bahagia. Pada tahun 2016, Stoats Porridge Bars menjadi sponsor resmi hari tersebut.

 

3. Hari Tunawisma Sedunia

Hari Tunawisma Sedunia juga jatuh pada tanggal 10 Oktober. Peringatan ini bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap kebutuhan para tunawisma dan merupakan bentuk kesadaran global terhadap kondisi para tunawisma.

Hari Tunawisma Sedunia diperingati setiap tanggal 10 Oktober sebagai bentuk kesadaran global terhadap kondisi para tuna wisma dan tantangan yang mereka hadapi.

Perayaan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2010 oleh World Habitat, sebuah organisasi yang berfokus pada permasalahan perumahan dan hunian layak. Tujuannya adalah untuk meningkatkan perhatian publik, serta mempromosikan solusi yang berkelanjutan dalam mengatasi permasalahan tuna wisma.

Isu-isu seperti akses terhadap perumahan yang layak, perlindungan sosial, dan stigma yang dihadapi oleh para tuna wisma menjadi perhatian utama dalam kampanye global.

Setiap tahun, berbagai kegiatan diadakan di seluruh dunia untuk merayakan Hari Tunawisma Sedunia, termasuk seminar, aksi sosial, serta kampanye advokasi yang melibatkan berbagai organisasi, pemerintah, dan komunitas.

Peringatan ini bertujuan untuk mengingatkan dunia bahwa permasalahan tunawisma bukan hanya tanggung jawab individu yang mengalaminya, melainkan juga tanggung jawab bersama dalam menciptakan solusi yang inklusif dan berkelanjutan.

Momentum ini juga sering digunakan untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap nasib para tuna wisma dan mendukung program-program yang berfokus pada penyediaan hunian yang layak.

 

4. Hari Anti Hukuman Mati Sedunia

Hari Anti Hukuman Mati Sedunia jatuh pada tanggal 10 Oktober. Hari Menentang Hukuman Mati Sedunia menyatukan gerakan abolisionis global dan memobilisasi masyarakat sipil, pemimpin politik, pengacara, opini publik dan banyak lagi untuk mendukung seruan penghapusan hukuman mati secara universal.

Hari ini mendorong dan mengkonsolidasikan kesadaran politik dan umum tentang gerakan di seluruh dunia menentang hukuman mati.

Pada tanggal 10 Oktober 2024 dan 2025, Hari Sedunia didedikasikan untuk menantang kesalahpahaman bahwa hukuman mati dapat membuat orang dan komunitas lebih aman, seperti dikutip dari laman World Coalition Against The Death Penalty.

Hari ini pertama kali diselenggarakan oleh Koalisi Dunia Menentang Hukuman Mati pada tahun 2003. Sejak saat itu, hari ini diperingati setiap tahun pada tanggal 10 Oktober.

 

5. Hari Kesadaran Kecelakaan Hewan Jalan Sedunia

Tanggal 10 Oktober terdapat peringatan unik yaitu Hari Kesadaran Kecelakaan Hewan Jalan Sedunia atau World Animal Road Accident Awareness Day.

Mengutip dari laman Awareness Days, Hari Kesadaran Kecelakaan Lalu Lintas Hewan 2025 diperingati untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak kecelakaan lalu lintas terhadap hewan dan mengadvokasi keselamatan mereka di jalan raya.

Acara tahunan ini bertujuan untuk menyoroti bahaya yang dihadapi hewan saat menjelajahi lingkungan yang didominasi manusia dan mempromosikan langkah-langkah untuk melindungi mereka.

Menjelang Hari Kesadaran Kecelakaan Lalu Lintas Hewan, mari kita telusuri makna penting hari ini, kapan hari ini diperingati, bagaimana cara berpartisipasi, sejarahnya, dan cara terhubung dengan orang lain melalui tagar.

Hari Kesadaran Kecelakaan Lalu Lintas Hewan 2025 adalah hari peringatan dan advokasi bagi hewan korban kecelakaan lalu lintas. Hari ini berfungsi sebagai wadah untuk mengedukasi masyarakat tentang risiko yang dihadapi hewan di dekat jalan raya, jalan tol, dan wilayah perkotaan. Hari ini mendorong kesadaran akan pentingnya berkendara yang bertanggung jawab, kesadaran akan zona penyeberangan hewan, dan dukungan bagi organisasi yang berupaya menyelamatkan dan melindungi hewan yang terluka.

Peringatan ini berawal dari upaya organisasi dan advokat kesejahteraan hewan yang berupaya mengatasi masalah hewan yang semakin meningkat, yaitu cedera atau kematian di jalan raya.

Hari ini ditetapkan untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah ini, mempromosikan langkah-langkah pencegahan, dan mendorong perilaku berkendara yang bertanggung jawab di dekat habitat satwa liar.

Sejak awal, Hari Kesadaran Kecelakaan Lalu Lintas Hewan telah mendapatkan pengakuan dan dukungan dari para pecinta hewan, konservasionis, dan komunitas di seluruh dunia. Hari ini berfungsi sebagai pengingat akan tanggung jawab bersama kita untuk melindungi hewan dari bahaya kecelakaan lalu lintas.

 

6. Hari Inklusi

Hari Inklusi merupakan hari yang didedikasikan untuk memastikan bahwa individu dari berbagai kemampuan, latar belakang, usia, ras, agama, jenis kelamin dan karakteristik lainnya layak untuk diterima dan diperlakukan dengan adil.

Hari ini diperingati untuk menghormati keberagaman individu yang pantas untuk dihargai.

Meskipun tidak diketahui asal-usulnya, Hari Inklusi tetap dirayakan setiap tahun pada tanggal 10 Oktober. Salah satu organisasi yang berpartisipasi dalam perayaan tersebut adalah 'The Garden Foundation'.

Terlepas dari asal-usulnya yang masih menjadi teka-teki, Hari Inklusi memberikan kesempatan yang sangat baik untuk belajar tentang budaya lain dan menghargai keberagaman yang ada.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6