Kondisi Jenazah Korban Bangunan Ambruk di Ponpes Al-Khoziny yang Sudah Dievakuasi

Kaurkes Kamtibmas Subdit Dokpol Biddokes Polda Jatim, Kompol Naf'an mengatakan, di dalam kantong jenazah, kondisi tubuh korban ada yang masih dalam keadaan lengkap dan tidak.

Diterbitkan 06 Oktober 2025, 12:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pencarian korban rubuhnya Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo memasuki hari kedelapan.
  • Total 54 korban meninggal dunia dan 104 selamat, dengan 5 bagian tubuh belum teridentifikasi.
  • Kantong jenazah diberi kode B (lengkap) atau BP (bagian tubuh) untuk identifikasi di RS Bhayangkara.

Liputan6.com, Jakarta Upaya pencarian korban bangunan rubuh di Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, memasuki hari kedelapan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), korban meninggal dunia mencapai 54 orang.

Kaurkes Kamtibmas Subdit Dokpol Biddokes Polda Jatim, Kompol Naf'an mengatakan, di dalam kantong jenazah, kondisi tubuh korban ada yang masih dalam keadaan lengkap dan tidak.

Kantong jenazah diberikan kode nomor mulai dari 001 hingga sampai dengan 0049.

"Jadi, istilahnya kami dari fase TKP itu mengirimkan adalah nomor kantong jenazah. Kebetulan di dalam isi kantong jenazah itu ada yang lengkap, ada yang tidak. Prinsipnya nomornya tidak berubah dari nomor 001 sampai 0049, hanya ada kodenya," kata Naf'an dalam rapat bersama stakeholder terkait secara daring, Senin (6/10).

Proses Evakuasi Korban yang Sudah Ditemukan

Pada kantong yang berisi jenazah lengkap akan diberikan kode B yaitu body. Jika tidak lengkap, maka akan dikasih kode BP atau Body Part.

"Nanti untuk selanjutnya ketemunya akhirnya berapa jenazah setelah dilakukan di fase 2 postmortem. Nah, kami di TKP selalu kerjasama dengan rekan-rekan yang terlibat, utama yang mengambil jenazah di dalam," jelasnya.

Korban yang diterima sudah kondisi bagian-bagian tubuh tidak akan dicampur dengan bagian tubuh lainnya.

"Dan saya setiap memberi label, saya tanya, lengkap atau ada yang kurang? Lengkap, Pak. B, berarti. Lengkap? Oh, ada yang hilang ini, Pak. Berarti kami kasih BP," tegasnya.

Dia menambahkan, dari 49 kantong jenazah, ada satu kantong yang dalam kondisi utuh atau lengkap pada nomor 0035.

"Jadi, dari tambahan satu kantong tadi, 035 dengan kodenya B, Bapak. Berarti yang tambahannya, Bapak, tinggal diganti saja, ditambahi BP bodipart, sama nomornya 35. Nah, nanti pengungkapannya miripnya siapa, dikemudian hari," sambungnya.

Evakuasi Korban Masih Berlangsung

Sebelumnya, tim gabungan dari Basarnas kembali menemukan satu korban meninggal dunia dalam proses pencarian setelah runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (6/10). Jenazah tersebut ditemukan dan dievakuasi dari sektor A3 sekitar pukul 03.35 WIB.

Dengan tambahan tersebut, jumlah total korban meninggal dunia kini mencapai 54 orang, termasuk lima bagian tubuh belum teridentifikasi.

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo selaku SAR Mission Coordinator (SMC), menyampaikan hingga saat ini proses evakuasi masih berlangsung oleh sejumlah petugas gabungan.

"Satu korban berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi pada H.7 di sektor A1, A2, A3, dan A4," ujar Yudhi dalam laporan tertulis.

Yudhi menambahkan, saat ini total korban insiden tersebut sudah mencapai 158 orang ditambah dengan 5 bagian tubuh yang belum teridentifikasi. 104 korban dinyatakan selamat dan 54 orang dinyatakan meninggal dunia.

Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke RS Bhayangkara Surabaya untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut oleh tim DVI.

“Setelah ditemukan seluruhnya segera kita evakuasi ke RS Bhayangkara,” kata Yudhi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6