Kebakaran Rumah Makan di Kebon Jeruk Jakbar Sabtu Dinihari 4 Oktober 2025

Kebakaran melanda sebuah rumah makan di Jalan Sasak III, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakba) pada Sabtu dinihari (4/10/2025).

Diterbitkan 04 Oktober 2025, 02:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda sebuah rumah makan di Jalan Sasak III, Kelurahan Kelapa Dua, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (Jakba) pada Sabtu dinihari (4/10/2025).

Tim pemadam kebakaran (damkar) bergerak cepat merespons laporan tersebut, mengerahkan 10 unit kendaraan dan 50 personel untuk memadamkan api.

Berdasarkan laporan dari akun media sosial resmi Pemadam Jakarta (@HumasJakfire), proses pemadaman dimulai pada pukul 00.13 WIB. Berkat kerja keras petugas, perambatan api berhasil dilokalisir pada pukul 00.25 WIB, melansir Antara.

Saat ini, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Barat masih di lokasi untuk mengurai material yang mudah terbakar dan memastikan tidak ada sisa api maupun asap.

Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada kemungkinan selang gas yang terlepas. Belum diperoleh laporan korban jiwa maupun total kerugian dalam insiden tersebut.

Pewarta telah menghubungi Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jakarta Barat Syarifudin guna menanyakan keterangan lebih lanjut mengenai kejadian tersebut, namun saat berita disiarkan, belum mendapat respons.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih menyelidiki penyebab kebakarang Kilang Dumai milik PT Kilang Pertamina Internasional. Operasional kilang pun disebut masih berjalan normal.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman belum bicara banyak menyenai penyebab kebakarannya. Dia masih menunggu hasil investigasi di lokasi.

"Belum, masih dalam proses penyelidikan," kata Laode, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat 3 Oktober 2025.

 

Kabar Terbaru Soal Investigasi Kilang Pertamina Dumai yang Kebakaran

Laode telah mengirimkan tim investigasi kebakaran kilang tersebut. Namun, belum ada hasil terbaru mengenai tindakan itu. Dia memastikan kebakaran yang terjadi tidak mengganggu operasional.

"Pasa saat malam terjadinya pun tengah malam kita sudah dikasih info sama GM-nya bahwa tidak mengganggu operasi yang ada. Jadi yang penting itu," katanya.

"Jadi pasokan dari kilang Dumai juga masih tetap. Jadi semuanya masih terkendali lah, gak ada hal-hal yang spesifik banget," sambung Laode.

Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) buka suara terkait insiden kebakaran Kilang Dumai yang dioperasikan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) di Riau pada Rabu malam, 1 Oktober 2025.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan, dirinya masih menunggu laporan dari tim Kementerian ESDM yang tengah melakukan investigasi di Kilang Dunia.

"Kilang terbakar tanyakan dulu kepada Pertamina, karena tim saya belum pulang dari lokasi," ujar Bahlil saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Kamis (2/10/2025).

Ditemui pada kesempatan sama, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengutarakan, kecelakaan kerja jadi penyebab utama terbakarnya Kilang Dumai.

"Kalau ini murni ada accident ya. Hari ini baru kita kirim tim untuk melihat apa penyebabnya, setelah itu akan kita sampaikan," ujar Laode.

Meskipun ada insiden tersebut, ia memastikan Kilang Dumai tetap beroperasi seperti biasa.

"Kalau laporan semalam yang saya dapat dari Pak GM-nya tidak ada gangguan seperti itu. Tetap produksi," ucap dia.

 

Operasional Kilang Dumai

Sebelumnya, Pertamina memastikan operasional Kilang Dumai, Riau, tetap aman usai insiden kebakaran yang terjadi di salah satu unit operasional pada Rabu malam 1 Oktober 2025.

Tim tanggap darurat berhasil mengendalikan situasi pada pukul 23.20 WIB setelah melakukan penanganan cepat dan terkoordinasi. Begitu terdeteksi, tim langsung menerapkan prosedur keselamatan sehingga api tidak meluas ke area lain dan tidak menimbulkan korban jiwa.

"Sebagai bagian dari langkah mitigasi, Kilang Pertamina Dumai juga melakukan pengamanan area kejadian untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan," jelas Area Manager Communication, Relation & CSR Kilang Dumai Agustiawan dalam keterangan tertulis.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6