Liputan6.com, Jakarta - Penyidik Polda Metro Jaya menyatakan siap menunjukkan seluruh alat bukti, termasuk rekaman asli dari 20 kamera CCTV yang merekam jejak terakhir almarhum diplomat muda Kementerian Luar Negeri, Arya Daru Pangayunan (ADP), langsung di hadapan keluarga.
Kasubdit Penmas Polda Metro, AKBP Reonald Simanjuntak, mengatakan, langkah itu ditempuh sebagai bentuk transparansi. Dia memastikan penyidik tidak punya niatan menutup-nutupi, menghilangkan, atau mem-framing barang bukti.
"Penyelidik akan segera bertemu dengan pihak keluarga dan kembali menjelaskan sebenarnya sudah pernah dijelaskan, tapi sepertinya harus dijelaskan kembali segala sesuatu dari hasil penyelidikan dan penyidik siap-siap untuk menunjukkan seluruh alat bukti yang ditemukan oleh penyelidik di depan keluarga," kata Reonald kepada wartawan, Kamis (2/10/2025).
Advertisement
Dia menerangkan, pertemuan dengan keluarga dijadwalkan dalam waktu dekat. Reonald mengaku penyidik sudah menghubungi pihak keluarga maupun kuasa hukum untuk mencocokkan jadwal.
"Nanti akan kita sampaikan kapan, karena dari pihak Direktorat Kriminal Umum penyelidiknya sedang berupaya untuk menghubungi dari pihak keluarga maupun lawyer-nya untuk kapan mensinkronkan waktunya. Karena memang tidak mungkin butuh waktu yang agak lama untuk bertemu, untuk memaparkan segala sesuatunya," ujar dia.
Â
Paparkan Seluruh Hasil Penyelidikan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369093/original/001796800_1759415436-IMG_9864.jpeg)
Dalam forum itu, penyidik akan kembali memaparkan seluruh hasil penyelidikan, meski sebagian sebenarnya sudah pernah disampaikan sebelumnya. Bahkan, seluruh alat bukti termasuk juga hasil dari CCTV yang real-nya dari 20 CCTV akan diputarkan.
"Kalau memang dari pihak keluarga minta diputarkan akan diputarkan oleh penyelidik di depan keluarga. Makanya segera nanti penyelidik dan pihak keluarga untuk bertemu secara langsung, tidak lagi via zoom, langsung menunjukkan segala sesuatu hasil penyelidikan kepada pihak keluarga agar jelas, gamblang dan tidak ada ditutup-tutupi dan tidak ada hal-hal lain selain dari hasil real penyelidikan," ucap dia.
Dia menekankan sejak awal, penyelidikan kasus ADP juga diawasi empat lembaga eksternal yaitu Kompolnas, Komnas HAM, Kemenko Polhukam, serta Kementerian Luar Negeri.
Hingga kini, penyidik sudah memeriksa 24 saksi. Di antaranya orang-orang yang terakhir bersama ADP, dengan inisial V dan D, hingga sopir taksi yang sempat mengantar almarhum.
"Pak Bapak Direktur Reserse kriminal Umum juga sudah menyampaikan termasuk supir taksi salah satu taksi yang ada di Jakarta dengan salah satu brand ya bahkan disebutkan itu nomor taksinya nomor berapa oleh Bapak Dir pada saat rilis itu sudah diambil keterangan oleh penyelidik," terang dia.
Â
Advertisement
Hasil Otopsi
Soal hasil otopsi, Reonald menegaskan sudah dijelaskan kepada keluarga, meski tidak dalam bentuk dokumen tertulis.
"Tapi dijelaskan hasil otopsinya, pihak keluarga harus tahu hasil otopsinya. sebenarnya pada saat paparan hasil gelar perkara yang pada saat itu dihadiri via zoom oleh istri korban ADP, itu sudah dijelaskan segala sesuatunya," ucap dia.
"Namun mungkin namun mungkin bisa jadi terkendala karena via zoom, ada sesuatu yang terputus atau yang tidak tersampaikan atau yang kurang jelas, nah ini yang harus kita harus kita luruskan ya," sambung dia.
Sementara soal alat kontrasepsi dan barang pribadi istri ADP yang ikut disita, Reonald menegaskan hal itu prosedur standar.
"Apa yang ada di TKP, kemudian kebetulan ada juga ditemukan di dalam tas yang ada di ditemukan di lantai 12 rooftop, itu seorang penyidik harus mengumpulkan barang bukti atau petunjuk tersebut untuk membuktikan ada atau tidak yang terkaitan dengan suatu tindak pidana, jangan sampai nanti ada alat bukti atau barang bukti yang tidak terkumpulkan atau tidak didapatkan oleh penyidik," ucap dia.
"Oleh sebab itu, apapun yang ada di dalam di dalam TKP yang kemungkinan ada keterkaitan itu pasti akan diamankan oleh penyelidik untuk dibuktikan apakah ada keterkaitan dengan tindak pidana atau dengan hal yang sedang lakukan penyelidikan tersebut. Cukup? jadi bukan penyelidik mau ngarang-ngarang, tidak. Jadi yang apa yang didapatkan apa adanya harus ditunjukkan disitu," dia menandaskan.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5564063/original/036332000_1776924981-cek_fakta_-_BSU_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5496891/original/097309800_1770608635-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-09T103958.761.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710243/original/038928400_1782790135-IMG_3966.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715404/original/084148600_1782803575-Cek_fakta_bsu_25_juta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/569920/original/073763900_1744978909-20250226_142410.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5369094/original/051532700_1759415437-IMG_9859.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776135/original/014006000_1782843284-063_2284049459.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776134/original/059322300_1782843171-000_B8UA24W.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3299157/original/094356500_1605660408-AP20322768020969.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8505254/original/095572100_1782426499-063_2283328466.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8710453/original/039368100_1782790641-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378845/original/006458400_1782257129-England_s_Harry_Kane.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260740/original/033303400_1781654609-063_2281951293.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715414/original/056650500_1782804083-AP26180851266408.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711445/original/003693600_1782792455-000_B8QK6YV.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8715315/original/077601700_1782799662-Netherlands__Jan_Paul_van_Hecke.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5468732/original/035754600_1768009045-TIM_KUASA_HUKUM_ADP_SAAT_JUMPA_PERS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5422493/original/010755300_1763988568-Jepretan_Layar_2025-11-21_pukul_19.47.30.png)