Kebakaran Landa Permukiman Padat di Taman Sari Jakbar, 321 KK Mengungsi

Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Tangki Gg. Langgar, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Minggu 28 September 2025.

Diterbitkan 29 September 2025, 09:49 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kebakaran di Tangki, Jakarta Barat, Minggu 28 September 2025, padam pukul 22.50 WIB.
  • Dugaan penyebab korsleting listrik; 321 KK terdampak, 6 korban luka ringan.
  • Kerugian diperkirakan mencapai Rp28,3 miliar; BPBD salurkan bantuan darurat.

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Tangki Gg. Langgar, Kelurahan Tangki, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat pada Minggu 28 September 2025. Api yang berkobar sekitar pukul 10.00 WIB itu baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 22.50 WIB.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohamad Yohan, mengatakan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari salah satu rumah warga.

“Dugaan penyebab, korsleting listrik,” kata Yohan dalam keterangan diterima Senin (29/9/2025).

321 KK Mengungsi dan 6 Korban Luka

Yohan menyampaikan, proses penanganan melibatkan 24 unit pemadam kebakaran serta unsur gabungan dari P2B BPBD, PMI, AGD Dinkes, Dishub, Satpol PP, PLN, Tagana Dinsos, hingga personel Polsek dan Koramil. Proses pendinginan dilakukan sejak pukul 16.30 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa.

Tercatat, peristiwa ini menghanguskan rumah tinggal di dua RW, yakni RW 003 dan RW 006. Imbas kebakaran ini, sebanyak 321 kepala keluarga atau 1.268 jiwa terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.

“Enam korban mengalami luka ringan,” ujar Yohan.

Kerugian Akibat Kebakaran

Selain itu, buntut kebakaran ini ratusan warga juga mengungsi. Sebanyak 49 jiwa dari 21 KK mengungsi di Masjid Al-Muhajirin, sementara 176 jiwa dari 44 KK ditampung di Kantor Kelurahan Tangki.

Yohan memastikan, BPBD DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan darurat berupa 200 dus air mineral, 200 paket kebutuhan sandang, dan 200 paket perlengkapan anak. Bantuan ini disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Adapun kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp28,3 miliar. Nilai kerugian tersebut meliputi rumah tinggal beserta harta benda yang ikut terbakar.

“Estimasi kerugian ± Rp. 28.311.408.000,” ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6