Eko Patrio soal Penonaktifan Dirinya dari DPR: Saya Serahkan ke Partai, Saya Udah Enggak Urusin

Eko Patrio mengaku pasrah soal keputusan penonaktifan dirinya sebagai Anggota DPR RI. Dia menyerahkan sepenuhnya kepada partainya.

Diterbitkan 13 September 2025, 14:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Eko Patrio dinonaktifkan dari DPR setelah rumahnya dijarah massa.
  • Eko pasrah pada partai dan fokus memulihkan psikologis keluarganya.
  • Baginya, rumah bisa dibangun kembali, namun keluarga adalah prioritas utama.

Liputan6.com, Jakarta - Pelawak Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dinonaktifkan sebagai Anggota DPR RI usai rumahnya ludes dijarah massa pada Agustus kemarin. Namun, Eko memilih pasrah. Soal keputusan itu, Dia menyerahkan sepenuhnya kepada partainya.

Hal itu disampaikan Eko Patrio saat bertandang ke Polda Metro Jaya pada Jumat (12/9/2025). Malam itu, adalah pertama kalinya Eko muncul dihadapan publik usai insiden penjarahan.

"Urusan itu saya serahkan ke Partai Politik aja, saya udah enggak urusin. Buat saya yang penting sekarang saya deket sama keluarga aja, saya lillahi ta'ala," kata Eko dalam keterangannya di Polda Metro Jaya, dikutip pada Sabtu (13/9/2025).

Bagi dia, yang lebih utama saat ini menjaga keluarga. Eko mengaku tak memikirkan urusan penonaktifan, ia justru fokus untuk memulihkan kondisi psikologis anak-anak dan istrinya, yang hingga kini masih terguncang akibat penjarahan.

"Saya serahkan semua sebagai anggota dewan atau apa, saya serahkan ke Ketum saya pak Zulkifli Hasan. Dan saya sekarang ingin lebih memperbaiki psikologis anak-anak saya, memperbaiki psikologis istri saya, saya pikir lebih penting, semuanya fokus ke keluarga aja," ujar dia.

 

Kerja Keras Puluhan Tahun

Eko tak menampik hatinya hancur melihat rumah luluh lantak. Ia mengatakan, rumah itu jerih-payah yang meniti karir dari bawah hingga kini menjadi anggota DPR RI. Rumah itu adalah simbol kerja kerasnya. Namun semua lenyap dalam satu malam.

"Jujur, ini memang hasil kerja keras saya dari puluhan tahun, kepala jadi kaki, kaki jadi kepala untuk memberikan yang terbaik buat keluarga saya yaitu rumah yang udah saya bangun dari hasil jerih payah saya," kata dia.

Insiden penjarahan itu juga membuatnya dan keluarganya terpukul. Anak-anaknya ikut kecewa, istrinya pun sempat sulit menerima kenyataan. Namun Eko berusaha tegar. Anak dan istri terus ia kuatkan.

"Ya sedih kecewa iya, anak-anak saya juga, tapi saya membangun psikologisnya ya untuk maafkan mereka, dan mudah-mudahan tidak terulang dan terjadi lagi," ujar dia.

 

Jaga Hati Keluarga

Baginya, rumah bisa dibangun kembali, tapi menjaga keteguhan hati keluarga jauh lebih penting. Kini, ia bersama keluarga tinggal di sebuah kontrakan sederhana di pinggiran Jakarta. Ia ingin lebih banyak waktu untuk mendekatkan diri dengan istri dan anak-anaknya.

"Kalau bicara mau ngapain lagi saya ya mau deket sama keluarga aja dulu, saya mau dekat dengan anak dan istri, mau berdoa sama keluarga. Sekarang, saya ikhlaskan semuanya, saya ingin merefleksikan diri saya lebih baik lagi," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6