Perjalanan Karir dan Pendidikan Ahmad Sahroni: Dari Tukang Semir Sepatu jadi Crazy Rich Priok

Politikus NasDem Ahmad Sahroni sedang disorot publik setelah ucapan tak etisnya dianggap merendahkan pendemo yang mendesak pembubaran DPR. Setelah dihujat netiz

Diperbarui 29 Agustus 2025, 14:09 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Ahmad Sahroni dicopot NasDem dari pimpinan Komisi III DPR.
  • Pencopotan karena ucapan tak etis merendahkan pendemo DPR.
  • Sahroni sebut pendemo pembubar DPR 'orang tolol sedunia'.

Liputan6.com, Jakarta - Politikus NasDem Ahmad Sahroni sedang disorot publik setelah ucapan tak etisnya dianggap merendahkan pendemo yang mendesak pembubaran DPR. Setelah dihujat netizen, Sahroni kini dicopot NasDem dari posisi pimpinan Komisi III DPR.

Dikutip dari website MPR RI, Ahmad Sahroni merupakan anggota DPR Fraksi Partai Nasdem yang lahir di Tanjung Priok, Jakarta, pada 8 Agustus 1977.

Dari riwayat pendidikan, Ahmad Sahroni merupakan lulusan S1 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pelita Bangsa (2009), S2 di Stikom InterStudi (2020), dan doktor ilmu hukum di Universitas Borobudur Jakarta (2024).

Pernah jadi Tukang Semir dan Sopir

Pria berjuluk Sahroni crazy rich Priok ini tumbuh dari keluarga sederhana. Sahroni memulai karir dari bawah. Bendum Partai NasDem ini pernah bekerja sebagai tukang semir sepatu hingga sopir di PT. Niaga Gemilang Samudra dan PT. Millenium Inti Samudra pada 1998.

Dia pernah bekerja sebagai sopir antar jemput anak sekolah, sopir perusahaan bidang pengisian bahan bakar minyak, bahkan tukang cuci di kapal pesiar asing.

Setelah jadi sopir, Sahroni bekerja Staf Operasional dan menjadi Kepala Operasional di PT. Millenium Inti Samudra pada 2001. Pada 2002, Sahroni diangkat menjadi Direktur Operasional di perusahaan tersebut.

Sahroni memulai bisnisnya hingga berkembang pesat saat menjadi direktur utama beberapa perusahaan yang mengelola usaha pengangkutan bahan bakar minyak. Perusahaan yang dipimpin Sahroni di antaranya Direktur Utama PT. Sagakos Intec, Direktur Utama PT. Ekasamudra Lima dan Direktur Utama PT. Ruwanda Satya Abadi.

Karir Politik

Di dunia politik, Sahroni bergabung dengan Partai Nasdem pada 2013. Dia berhasil menjadi anggota DPR sejak 2014 mewakili daerah pemilihan (Dapil) DKI Jakarta III.

Pada periode 2014-2019, Sahroni menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III yang menangani bidang hukum, HAM, dan keamanan. Sedangkan di Partai Nasdem, Ahmad Sahroni dipercaya Surya Paloh menjabat sebagai Bendahara Umum DPP Partai Nasdem sejak 2019 hingga kini.

Kontroversi Ahmad Sahroni

Sahroni menuai kritik tajam dari publik setelah menyebut mereka yang menyerukan pembubaran DPR sebagai 'orang tolol sedunia'. Pernyataan tersebut disampaikan Sahroni saat kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara pada Jumat (22/8/2025), sebagai respons terhadap seruan pembubaran DPR yang ramai di media sosial

"Mental manusia yang begitu adalah mental orang tertolol sedunia. Catat nih, orang yang cuma bilang bubarin DPR itu adalah orang tolol sedunia. Kenapa? Kita nih memang orang semua pintar semua? Enggak bodoh semua kita," ujar Sahroni.

Sahroni menegaskan bahwa DPR terbuka terhadap kritik, namun dia menganggap seruan pembubaran lembaga legislatif sebagai tindakan yang tidak masuk akal.

Pernyataan ini memicu reaksi keras dari masyarakat. Banyak yang menilai komentar Sahroni arogan dan meremehkan suara publik. Di media sosial, kolom komentar akun Instagram Sahroni dibanjiri kritik dari netizen yang merasa tersinggung dengan ucapannya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6