Survei: Mayoritas Publik Tak Percaya Isu Ijazah Palsu Jokowi

73,3 persen responden mengaku pernah mendengar isu ijazah palsu Jokowi, sementara 26,7 persen sama sekali tidak mengetahui.

Diperbarui 24 Agustus 2025, 17:21 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mayoritas publik tidak mempercayai isu ijazah palsu yang ditudingkan kepada Jokowi.
  • Meskipun masif, isu ijazah palsu Jokowi memiliki tingkat kepercayaan rendah.
  • Publik cenderung menolak hoaks politik dan lebih rasional dalam menilai isu.

Liputan6.com, Jakarta - Survei nasional Polling Institute menunjukkan mayoritas masyarakat tidak mempercayai isu ijazah palsu yang ditudingkan kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Meski cukup massif terdengar di ruang publik, tingkat kepercayaan publik terhadap isu tersebut sangat rendah.

Peneliti Utama Polling Institute, Kennedy Muslim, memaparkan 73,3 persen responden mengaku pernah mendengar isu ijazah palsu Jokowi, sementara 26,7 persen sama sekali tidak mengetahui.

“Artinya, isu ini memang cukup massif terdengar di ruang publik, namun pemaknaannya beragam di tengah masyarakat,” kata Kennedy saat merilis hasil survei secara virtual, Minggu (24/8/2025).

Dari kelompok yang mengetahui isu ini, mayoritas justru tidak mempercayainya. Sebanyak 41,5 persen responden menyatakan tidak percaya sama sekali, 25,6 persen kurang percaya, sementara hanya 11,8 persen percaya dan 1,9 persen sangat percaya. Adapun 19,2 persen menjawab tidak tahu atau tidak merespons.

 

Publik Cenderung Menolak

Jika dilihat lebih spesifik, pola serupa juga muncul: 43,2 persen tidak percaya sama sekali, 27,7 persen kurang percaya, 13,7 persen percaya, 1,9 persen sangat percaya, dan 13,4 persen tidak menjawab.

Kennedy menilai hasil ini memperlihatkan bahwa publik cenderung menolak isu tersebut.

“Survei ini menegaskan bahwa hoaks politik, terutama yang menyerang legitimasi pendidikan mantan presiden, tidak sepenuhnya berhasil mempengaruhi opini publik. Mayoritas masyarakat lebih rasional dalam menilai isu sensitif ini,” jelasnya.

Survei Polling Institute dilakukan pada 4–7 Agustus 2025 dengan 1.206 responden melalui sambungan telepon, margin of error sekitar ±2,9 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6