Prabowo Alokasikan Rp244 Triliun untuk Anggaran Kesehatan Tahun Depan: Kita Ringankan Beban Masyarakat

Prabowo mengaku ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta adil dan merata untuk masyarakat.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 17:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemerintah mengalokasikan Rp244 triliun untuk sektor kesehatan tahun depan.
  • Anggaran fokus pada JKN, revitalisasi RS, stunting, gizi, dan penyakit menular.
  • Kualitas fasilitas kesehatan akan ditingkatkan, menjamin layanan bagi masyarakat miskin.

Liputan6.com, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto mengalokasikan anggaran untuk sektor kesehatan sebanyak Rp244 triliun pada tahun depan. Anggaran ini akan digunakan untuk meringankan beban kesehatan masyarakat.

"Secara keseluruhan anggaran kesehatan 2026 dialokasikan Rp244 triliun," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR-DPR-DPD di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Prabowo mengaku ingin menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas serta adil dan merata untuk masyarakat.

"Pelayanan kesehatan adalah hak setiap warga negara," sambung Prabowo.

Anggaran Fokus Jaminan Kesehatan Nasional

Prabowo menjelaskan, anggaran kesehatan akan dipusatkan untuk memperkuat efektivitas dan memperluas akses layanan asuransi kesehatan dengan program jaminan kesehatan nasional.

"Anggaran kesehatan kita diutamakan untuk meringankan beban masyarakat, merevitalisais RS, mempercepat penuruan stunting, memberikan bantuan gizi untuk balita dan ibu hamil, mengendalikan penyakit menular, menurunkan TBC tuberkulosis, melaksnaan CGK (Cek Kesehatan Gratis)," jelasnya.

"Dengan demikian kita DPR mencegah penyakit jadi lebih berat, menghemat uang yang sangat besar dari pemerintah," tambahnya.

Tingkatkan Kualitas Faskes

Prabowo juga menjamin pemerintah akan meningkatkan kualitas fasilitas kesehatan. Dengan meningkatkan kualitas fasilitas, layanan kesehatan masyarakat semakin baik.

"Kita tingkatkan semua fasilitas kesehatan, masyarakat miskin dan rentan dijamin memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas," tegasnya.

Dia menambahkan, setiap tahun pemerintah menanggung biaya asuransi kesehatan bagi 96,8 juta jiwa masyarakat miskin dan rentan. Sehingga masyarakat miskin dan tak rentan tak perlu khawatir untuk berobat.

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6