Said Abdullah Harap Pidato Prabowo Jadi Game Changer untuk Peningkatan SDM

Said menyoroti program Asta Cita yang mencakup pendidikan bagi semua sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, peningkatan kesehatan inklusif, dan makan bergizi gratis.

Diperbarui 15 Agustus 2025, 14:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan hampir 10 bulan menunjukkan tanda-tanda perbaikan signifikan di sektor ekonomi.

“Kuartal I kita tumbuh di 4,87 persen. Kuartal II, sebagaimana disampaikan BPS, tumbuh 5,12 persen,” kata Said di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

“Ini counter-cyclical, belanja kita dorong agar dampaknya bagi masyarakat tinggi,” imbuhnya.

Politisi dari PDI Perjuangan itu memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tahun ini berada di kisaran 5-5,4 persen, dan di 2026 bisa mencapai 5,3-5,4 persen.

Lebih lanjut, kata Said, pidato Presiden dalam Nota Keuangan mendatang diharapkan menjadi langkah pembeda untuk mempercepat peningkatan kualitas SDM.

“Harapan saya, pidato Presiden ini bagian dari game changer terhadap peningkatan SDM. Karena apapun upaya pemerintah, kata kuncinya adalah bagaimana meningkatkan SDM kita menjadi unggul,” ujarnya.

Said menyoroti program Asta Cita yang mencakup pendidikan bagi semua sesuai putusan Mahkamah Konstitusi, peningkatan kesehatan inklusif, dan makan bergizi gratis.

Ia optimistis jika program tersebut dilaksanakan serentak, efisiensi ekonomi nasional dapat meningkat.

“Dengan akselerasi program, ICOR kita bisa jauh lebih rendah, setidaknya setara Vietnam yang hari ini 4,6. Kita saat ini masih di 6,1-6,2,” pungkas Said.

 

Prabowo Subianto Bentuk Sistem DTSEN, Ini Tujuannya

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan membentuk sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Sistem DTSEN ini untuk memastikan program pemerintah untuk masyarakat miskin tepat sasaran.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, dalam 10 bulan terakhir, pihaknya bersama Kabinet Merah Putih berupaya memerangi kemiskinan dengan pendekatan menyeluruh. Hal ini dilakukan untuk menekan angka kemiskinan ekstrem segera turun ke 0% dalam tempo sesingkat-singkatnya.

“Karena itu, untuk pertamakalinya dalam sejarah Republik Indonesia, kami bentuk sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN),” ujar Prabowo saat pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR, Jumat (15/8/2025).

Pemerintah Indonesia ingin program-program pemerintah untuk masyarakat miskin tepat sasaran dengan kehadiran DTSEN.

“Dengan DTSEN, kami pastikan program-program pemerintah untuk masyarakat miskin tepat sasaran,” ujar dia.

Selain itu, Prabowo menuturkan, dengan sistem DTSEN untuk menjaring anak-anak Indonesia yang berhak masuk ke Sekolah Rakyat. Pemerintah Indonesia telah membangun 100 Sekolah Rakyat agar setiap anak dari keluarga tidak mampu dapat belajar tanpa hambatan.

“Agar anak-anak punya kasur sendiri, punya selimut sendiri, punya komputer sendiri, punya meja belajar sendiri, dan dapat tumbuh di lingkungan yang baik,” ujar Prabowo.

 

Bangun Sekolah Rakyat

Pemerintah akan membangun 200 Sekolah Rakyat pada 2026,dan 300 Sekolah Rakyat untuk tahun selanjutnya.

“Setidaknya 300 Sekolah Rakyat akan kami bangun, agar anak-anak seperti Naila bisa punya harapan; agar anak dari keluarga tidak mampu, bisa menjadi mampu,” ujar dia.

“Anak-anak di Sekolah Rakyat ada di desil 1 dan desil 2. Mereka termasuk 20% rakyat Indonesia dengan pendapatan terendah. Karena itu, keluarganya dapat bantuan sosial. Anak dan keluarganya harus lulus dari jerat kemiskinan,” Prabowo menambahkan, seperti dikutip dari pidato kenegaraan.

Ia menuturkan, setiap anak Indonesia, termasuk dari keluarga dengan pendapatan terendah, berhak hidup bermartabat. Karena itu, saat anaknya di Sekolah Rakyat, rumah keluarganya yang tidak layak huni direnovasi.

“Kami juga tingkatkan kuota FLPP ke 350.000 penerima; Sejak 20 Oktober 2024 sampai dengan Agustus ini, sudah lebih dari 231.000 keluarga memanfaatkan pembiayaan Tapera dan FLPP untuk bisa punya rumah layak huni,” ujar dia.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6