Beasiswa ke Perguruan Tinggi untuk Hapus Batas Akses Pendidikan, Buka Jalan Mereka yang Berprestasi

Disparitas ekonomi yang masih lebar di Indonesia membuat akses pendidikan tinggi berkualitas menjadi tantangan utama bagi para pelajar.

Diperbarui 14 Agustus 2025, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Disparitas ekonomi membatasi akses pendidikan tinggi berkualitas di Indonesia.
  • Yayasan Prasetiya Mulya meluncurkan Beasiswa Bakti Prestasi atasi kesenjangan akses.
  • Beasiswa ini menargetkan siswa SMA berprestasi, awalnya Jabodetabek, lalu nasional.

Liputan6.com, Jakarta - Disparitas ekonomi yang masih lebar di Indonesia membuat akses pendidikan tinggi berkualitas menjadi tantangan utama bagi para pelajar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, hanya sekitar 10,2% penduduk usia diatas 15 tahun telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.

Menjawab urgensi tersebut, Yayasan Prasetiya Mulya berkomitmen menjadi solusi nyata untuk mengurangi kesenjangan akses pendidikan melalui Beasiswa Bakti Prestasi. Hal itu seperti disampaikan Perwakilan Universitas Prasetiya Mulya Fathony Rahman.

"Kontrasnya terlihat dari Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi yang pada 2023 hanya mencapai 31,45 %, artinya hanya sepertiga dari generasi usia kuliah yang memiliki akses ke pendidikan tinggi," ujar Fathony, melalui keterangan tertulis, Rabu (13/8/2025).

Dia mengatakan, Indonesia adalah negara majemuk dengan keberagaman etnis, budaya, agama, dan latar belakang sosial. Ditengah kemajemukan ini, kata dia, pendidikan menjadi kunci untuk menjembatani perbedaan sekaligus membentuk masyarakat yang inklusif dan toleran.

"Kami tidak ingin talenta terbaik bangsa tertinggal hanya karena keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas, terutama dalam bidang technopreneurship," ucap Fathony.

"Karena itu, kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siswa-siswi SMA Negeri berprestasi untuk bergabung dalam program yang dirancang khusus bagi mereka yang berprestasi di tingkat olimpiade sains dan kompetisi setara lainnya," sambung dia.

 

Komitmen Ciptakan Lingkungan Inklusif

Kemudian, ketua Ketua Pengurus Yayasan Prasetiya Mulya Djisman S. Simandjuntak mengungkapkan, sebagai permulaan ditargetkan dari SMA-SMA negeri di Jabodetabek terlebih dahulu.

"Kedepannya, Beasiswa Bakti Prestasi akan bercakupan nasional. Dengan begitu, Prasetiya Mulya kedepannya semakin merefleksikan keragaman Indonesia," kata Djisman.

Melalui inisiatif ini, Yayasan Prasetiya Mulya berharap dapat melahirkan pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian dan keberagaman bangsa.

"Untuk tahun ajaran 2025/2026, dari ratusan pendaftar, mereka tersebar di tiga fakultas atau sekolah yang ada di Prasmul, yaitu Sekolah Bisnis dan Ekonomi, Sekolah Science Technology Engineering & Mathematics, serta Sekolah Hukum dan Studi Internasional," ungkap Fathony.

"Beasiswa Bakti Prestasi 2026 merupakan wujud komitmen Yayasan Prasetiya Mulya untuk menciptakan lingkungan akademik yang inklusif dan toleran, sekaligus mendorong kesadaran akan pentingnya keberagaman dalam pendidikan," jelas dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6