Liputan6.com, Jakarta- Mantan Menteri Agama RI, Suryadharma Ali meninggal dunia hari ini, Kamis (31/7/2025) pukul 04.18 WIB di Rumah Sakit Mayapada Jakarta.
Kabar duka tersebut disampaikan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kementerian Agama (Kemenag) melalui akun Instagram resminya, @bimasislam.
"Meninggal pada hari Kamis, 31 Juli 2025, pukul 04.18 WIB di RS. Mayapada Jakarta," tulis akun @bimasislam.
Advertisement
Suryadharma Ali merupakan tokoh yang memiliki peran penting dalam politik dan pemerintahan Indonesia.
Memulai Karir Politik dari PPP
Suryadharma Ali memulai kiprah politiknya lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP), partai politik berbasis Islam yang menjadi salah satu kekuatan politik utama pascareformasi.
Dia bukanlah figur instan dalam dunia politik. Sebelum menduduki posisi strategis di partai maupun pemerintahan, Suryadharma aktif di berbagai kegiatan organisasi, terutama yang bersentuhan dengan kehidupan umat dan pendidikan.
Lahir dan besar di lingkungan masyarakat Betawi, Suryadharma dikenal sebagai sosok religius yang menggabungkan pendekatan keislaman dan nasionalisme. Setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, dia mulai membangun jaringan di kalangan aktivis Islam moderat dan mulai dikenal di lingkup partai sebagai figur muda dengan ide dan retorika yang kuat.
Karier politiknya mulai menanjak saat dia dipercaya menduduki jabatan penting di struktur internal PPP. Keseriusannya dalam mengelola partai dan memperkuat basis massa membuatnya naik menjadi anggota DPR RI pada era 1999-an. Di parlemen, Suryadharma dikenal aktif menyuarakan isu-isu keislaman, pendidikan, dan kebijakan publik yang pro umat.
Â
Â
Advertisement
Masuk Kabinet SBY
Kariernya mencapai puncak saat terpilih menjadi Ketua Umum DPP PPP pada 2007. Di bawah kepemimpinannya, PPP berusaha melakukan konsolidasi kekuatan di tengah dinamika politik nasional yang kian kompetitif. Perjalanan politik Suryadharma kemudian membawanya masuk ke lingkaran kekuasaan, saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuknya sebagai Menteri Negara Koperasi dan UKM RI pada 2004.
Pada 22 Oktober 2009, dia kembali ditunjuk menjadi Menteri Agama, menggantikan Muhammad Maftuh Basyuni. Dengan latar belakang yang kuat dalam ormas Islam dan partai politik, Suryadharma tampil sebagai representasi tokoh Islam politik moderat dalam kabinet.
Selama menjabat sebagai Menteri Agama, Suryadharma dikenal sebagai sosok yang konservatif dalam isu-isu keagamaan. Dia menolak memberikan pengakuan resmi kepada komunitas Baháʼà di Indonesia.
Namun, dia juga dikenal karena upayanya dalam mendekatkan generasi muda dengan agama melalui integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan.
Suryadharma mendorong agar lembaga pendidikan agama tidak hanya fokus pada pelajaran keagamaan, tetapi juga mengajarkan ilmu pengetahuan umum untuk menciptakan generasi yang berakhlak dan berpengetahuan luas.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3884476/original/045757800_1764335001-WhatsApp_Image_2025-11-28_at_20.01.56.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2290841/original/097929400_1532503994-Suryadharma-Ali7.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615223/original/052059800_1782601281-063_2283624238.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8392528/original/081634600_1782272943-000_B83Z88V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8553933/original/032729600_1782499706-uzbek_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615333/original/040722200_1782601521-000_B8JQ6V9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540213/original/078998400_1774689981-AP26086742238879.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261027/original/025366000_1781675161-AP26168084988387.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261062/original/073105300_1781677236-063_2281989496.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8331592/original/085679400_1782201838-mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263929/original/069841500_1782033777-portugal.jpg)