Pemprov Jakarta dan IKJ Gelar Festival Kalipasir, Hadirkan Seni dan Budaya di Kota Global

Kegiatan terbuka untuk umum dan gratis.

Diperbarui 26 Juli 2025, 08:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Yayasan Seni Budaya Jakarta, dan alumni IKJ menggelar Festival Kalipasir. 'Kampung Seni di Tengah Kota' menjadi tema dari kegiatan seni dan budaya acara rutin tahunan tersebut.

Rektor Institut Kesenian Jakarta Prof. Dr. M. Syamsul Maarif mengatakan, pada tahun ini, Festival Kali Pasir dihelat dalam rangkaian Dies Natalis IKJ ke-55 yang mengangkat kearifan lokal, seni urban dan tradisi, serta kreativitas komunitas.

"Festival Kalipasir hadir atas kerja keras Civitas Akademika bersama Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dengan melibatkan empat kelurahan di sekitar kampus IKJ yakni Kelurahan Kebon Sirih, Kelurahan Cikini, Kelurahan Kwitang, dan Kelurahan Kenari dalam menciptakan karya seni bersama," kata Prof Syamsul dalam keterangan pers diterima.

Prof Syamsul menjelaskan, acara diisi dengan berbagai kegiatan seperti karnaval seni, pameran seni, pemutaran film, kompetisi menggambar dan mural, diskusi, bazar produk kreatif, serta pertunjukan seni dan musik populer akan mewarnai acara ini.

"Festival akan digelar di kawasan Kampus Institut Kesenian Jakarta dan sepanjang Jalan Sekolah Seni dan Jalan Kalipasir dan berlangsung pada 25-26 Juli 2025 mulai pukul 08.00-22.00 WIB," tutur dia.

Prof Syamsul memastikan, kegiatan terbuka untuk umum dan gratis. Festival Kalipasir juga bisa disaksikan secara Gratis dan terbuka untuk umum, serta ditayangkan langsung melalui live streaming di situs resmi IKJ.

"Banyak seniman yang akan tampil di antaranya adalah karya tari di panggung terapung berjudul “Siklus” oleh Jefriandi Usman, “Animal Pop Batavia” oleh Jecko Siompo, “Teater Boneka” oleh Agus DS, “Samrah Gurindam 12 , dan Teater Dapunta” oleh Exan Zen. Ada juga Teater Tanah Air” oleh Jose Rizal Manua dan penampilan band alumni IKJ seperti Imanissimo, Pangkalan Ojek, serta masih banyak lagi bintang tamu seperti Rumahsakit, Franki Indrasmoro, Kudeta, dan Orind," ungkap Prof Syamsul.

Prof Syamsul percaya, Festival Kalipasir mampu menjadi ruang perjumpaan lintas generasi dan disiplin, tempat semua pihak dapat bekerja, belajar, dan berkarya bersama.

"Festival Kalipasir juga menjadi bentuk nyata kontribusi IKJ bagi kota Jakarta dengan semangat menyambut ulang tahun ke-500 Jakarta sebagai Kota Global," pungkasnya.

 

Tridharma

Senada, Sekretaris Dinas Kebudayaan Jakarta, Imam Hadi Purnomo menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Festival Kalipasir yang menjadi kali pertama diselanggarakan. Menurut dia, hal itu merupakan kolaborasi yang baik antara pemerintah, perguruan tinggi, masyarakat sekitar.

"Ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma perguruan tinggi," jelas Imam.

Imam menyebut, salah satu indikator untuk menjadi kota global adalah terkait dengan cultural value yang konsisten dan berkualitas. Dia berharap Festival Kalipasir menjadi bagian untuk Jakarta menuju ke arah Kota Global.

"Pemprov DKI sedang mendorong kegiatan festival di wilayah masing-masing sesuai dengan kekhasannya. Semoga Festival Kalipasir Tahun 2025 bisa berjalan dengan lancar. Masyarakat bisa menikmati pelaksanaan kegiatan ini dang menginspirasi banyak orang," dia menutup.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6