Ratusan Sapi Impor dari Australia Masuk Jakarta, Pemprov Beberkan Alasannya

BUMD milik Pemprov Jakarta, Perumda Dharma Jaya mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025.

Diterbitkan 26 Juli 2025, 02:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Dharma Jaya impor 750 sapi dari Australia tahap kedua Juli 2025.
  • Sapi digemukkan 3-4 bulan, sebagian untuk potong dan budidaya.
  • Tahap pertama 500 sapi ludes terjual, tahap dua mulai dipesan.

Liputan6.com, Jakarta BUMD milik Pemprov Jakarta, Perumda Dharma Jaya mendatangkan 750 ekor sapi impor dari Australia pada pertengahan Juli 2025.

Hal tersebut untuk merealisasikan komitmen perseroan dalam menjaga ketahanan dan stabilitas pangan di Jakarta.

Kedatangan ratusan sapi impor ini merupakan tahap kedua dari program pengadaan 5 ribu ekor sapi impor yang ditargetkan terpenuhi sepanjang tahun 2025.

"Kedatangan 750 ekor sapi ini merupakan pengiriman tahap kedua. Prosesnya sama dengan yang sebelumnya,” kata Direktur Utama Perumda Dharma Jaya Raditya Endra Budiman dari keterangannya, Jumat (25/7/2025).

Raditya mengatakan, ratusan sapi ini akan melalui masa penggemukan selama tiga hingga empat bulan di kandang penggemukan. Total sapi impor sebanyak 1.250 ekor, kini berada di kandang penggemukan Dharma Jaya-Serang, Banten.

Setelah menjalani proses penggemukan selama tiga bulan, sapi-sapi tersebut kini memasuki masa siap jual. Jenis sapi yang datang pada tahap kedua ini terdiri dari 711 ekor jenis feeder steer dan bull, serta 39 ekor jenis productive heifer.

Dia menjelaskan, jenis feeder steer dan bull merupakan sapi yang diperuntukkan dijual sebagai sapi potong setelah penggemukan.

"Sedangkan jenis productive heifer akan dikembangkan sebagai bagian dari program budi daya sapi Dharma Jaya sebagai bentuk dukungan peningkatan sapi lokal," ucapnya.

 

Sudah Dipesan

Sementara itu, sapi betina jenis productive heifer akan diternakkan dan kembangkan hingga empat kali masa produktifnya.

500 ekor sapi impor tahap pertama yang telah digemukkan, semua berjenis feeder steer dan bull sudah laku terjual.

Dia menambahkan, untuk 750 ekor pada tahap kedua juga sudah bisa dipesan, meski masih menunggu proses penggemukan.

"Sapi impor tahap pertama sudah laku terjual. Kami punya sekitar 10 pelanggan tetap dari RPH di Cakung, Serang, Bogor, dan Sukabumi. Tiap pelanggan bisa pesan hingga 50 ekor per bulan. Jadi begitu proses penggemukan selesai, sapi langsung dikirim karena semuanya sudah dipesan,” Raditya menandaskan.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6