Prabowo-Presiden Dewan Eropa Sepakati IEU–CEPA Usai 10 Tahun Negosiasi Alot

Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa di Gedung Europa, Brussel, Belgia, Minggu, 14 Juli 2025.

Diperbarui 14 Juli 2025, 07:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Dewan Eropa, António Costa di Gedung Europa, Brussel, Belgia, Minggu, 14 Juli 2025. Kedatangan Prabowo disambut secara resmi oleh Presiden Antonio Costa di Gedung Europa.

Setelahnya, Prabowo dan Presiden Costa menuju ruang bendera dan foto bersama. Kedua pemimpin lalu menuju ruang pertemuan di lantai 11.

Berdasarkan siaran pers Sekretariat Presiden, Prabowo didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belgia Andri Hadi.

Pertemuan ini menjadi momentum penting dalam hubungan Indonesia–Uni Eropa, ditandai dengan tercapainya kemajuan signifikan dalam perundingan Indonesia–European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU–CEPA).

Prabowo menyebut kesepakatan ini sebagai langkah strategis menuju masa depan kemitraan global yang lebih setara dan saling menguntungkan. Terlebih, proses negosiasi IEU-CEPA memakan waktu 10 tahun.

"Hari ini merupakan hari yang sangat bersejarah bagi saya. Setelah 10 tahun proses negosiasi yang kadang berlangsung cukup alot—hari ini kita berhasil mencapai sebuah terobosan," ungkap Prabowo Subianto, dikutip dari siaran pers, Senin (14/7/2025).

Menurut Prabowo, kesepakatan IEU–CEPA mencerminkan kepercayaan bersama antara dua kekuatan besar dunia dalam membangun kerja sama ekonomi yang inklusif dan berbasis nilai. Prabowo menekankan Indonesia dan Eropa memiliki keterkaitan yang saling mengisi dalam bidang teknologi, energi, hingga pangan dan mineral penting.

"Kami memandang Eropa sebagai kawasan yang sangat penting dan berharap Eropa dapat terus memainkan peran sentral dalam menjaga perdamaian dan stabilitas global. Dunia saat ini secara nyata sedang bergerak menuju tatanan multipolar," tutur Prabowo.

Prabowo juga memaparkan visinya untuk membuka lebih banyak peluang pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda Indonesia melalui kerja sama dengan Eropa. Selain itu, Prabowo ingin menciptakan ruang investasi yang sehat dan berkelanjutan bagi pelaku usaha dari kedua belah pihak.

"Sekali lagi, kami menantikan kerja sama yang lebih erat dan lebih kuat di masa mendatang," ujar Presiden.

 

Prabowo Bertemu Presiden Komisi Eropa

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, di kantor pusat Uni Eropa (European Union Headquarters), Gedung Berlaymont, Brussel, Belgia, Minggu, 13 Juli 2025.

Pertemuan difokuskan pada percepatan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif yang telah kini telah memasuki putaran negosiasi ke-19.

Prabowo pun menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat dari Presiden Komisi Eropa, sekaligus mengumumkan pencapaian penting yang diraih dalam pertemuan tersebut.

"Hari ini kami telah mencapai sebuah terobosan. Setelah 10 tahun negosiasi, kami menyepakati sebuah perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, yang pada dasarnya adalah perjanjian perdagangan bebas. Kami telah mencapai banyak kesepakatan yang pada intinya saling mengakomodasi kepentingan ekonomi kedua pihak dan bersifat saling menguntungkan," jelas Prabowo Subianto dalam keterangan pers bersama usai pertemuan.

Presiden Komisi Eropa Yakin Kerja Sama dengan Indonesia Semakin Kokoh

Sementara itu, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut baik pertemuan ini dan menyampaikan keyakinannya bahwa kemitraan Uni Eropa–Indonesia akan semakin kokoh di masa mendatang. Ia juga menyoroti kesamaan nilai dan cita-cita antara Indonesia dan Uni Eropa.

"Kita sama-sama merupakan demokrasi yang dinamis dan beragam. Kami mengetahui bahwa semboyan nasional Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika, dan salah satu prinsip inti Uni Eropa adalah United in Diversity. Jadi, kita memang berbagi nilai dan ambisi yang sama," ucap Ursula von der Leyen.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6