Peringati Bulan Bung Karno, Bane Gelar Aksi Tanam Pohon di Parapat

Acara tanam pohon mengambil tema “Menanam Pohon Merawat Bumi”, dilakukan juga untuk melestarikan kawasan Danau Toba yang status global geopark-nya tengah mendapat kartu kuning dari UNESCO.

Diperbarui 18 Juni 2025, 06:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Bane Raja Manalu dari Komisi VII DPR RI mengadakan penanaman pohon di Parapat sebagai bagian dari peringatan Bulan Bung Karno dan upaya penghijauan daerah rawan banjir.
  • Kegiatan penanaman pohon bertema “Menanam Pohon Merawat Bumi” ini bertujuan untuk melestarikan kawasan Danau Toba dan memberikan manfaat ekonomi melalui penanaman pohon buah.
  • Selain penghijauan, acara dilanjutkan dengan kegiatan seni di Pesanggrahan Bung Karno untuk menyoroti potensi pariwisata sejarah dan budaya Parapat.

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu, menggelar aksi tanam pohon untuk penghijauan di Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (17/6/2025).

Tanam pohon dilakukan untuk memperingati Bulan Bung Karno dan penghijauan di lokasi rawan banjir bandang dan tanah longsor.

“Kami dari PDI Perjuangan di Bulan Bung Karno melakukan penanaman pohon, sengaja di Parapat, karena di tempat ini baru kena banjir. Kenapa banjir, salah satunya karena hutan digunduli,” kata Bane.

Acara tanam pohon mengambil tema “Menanam Pohon Merawat Bumi”, dilakukan juga untuk melestarikan kawasan Danau Toba yang status global geopark-nya tengah mendapat kartu kuning dari UNESCO.

Adapun pohon yang ditanam merupakan pohon buah seperti alpukat, matoa, jambu batu, kelengkeng, serta ratusan bibit pohon lain yang diserahkan langsung kepada masyarakat.

"Kita menanam pohon yang mendatangkan keuntungan, menanam tanaman buah agar dirawat dan bermanfaat. Jika masing-masing dari kita menanam pohon, memelihara lingkungan, dampaknya pasti luar biasa,” ungkap Bane.

Camat Girsang Sipangan Bolon, Victor Sijabat, menyampaikan apresiasi aksi penanaman pohon yang dilaksanakan bersama kader PDI Perjuangan Kabupaten Simalungun. Victor meyakini hasil dari penanaman pohon akan bermanfaat untuk masyarakat di kemudian hari.

“Kami menyambut baik penanaman pohon, ini sebagai bentuk keaktifan, responsif terhadap alam ancaman bencana alam yang sangat-sangat membahayakan,” ujar Victor.

 

Potensi Wisata dan Budaya

Usai aksi penanaman pohon, acara berlanjut di Pesanggrahan Bung Karno, di Parapat. Di tempat bersejarah ini, ditampilkan pentas dari seniman Pondok Kreatif Parapat berupa pembacaan puisi karya Bung Karno berjudul “Aku Melihat Indonesia”.

Bane menuturkan, Parapat memiliki potensi pariwisata dari keindahan alam, budaya, dan sejarah.

“Tinta sejarah kemerdekaan Indonesia ada di Parapat, kalau cerita sejarah besar di Parapat ini terus diceritakan, dipromosikan, pasti dahsyat luar biasa,” pungkas Bane.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6