Pria Tewas Terlindas Truk Angkutan Tambang di Parungpanjang Bogor

Jalur Parungpanjang–Rumpin, Kabupaten Bogor, kembali menelan korban jiwa. Satu orang tewas akibat terlindas truk muatan material tambang pada Sabtu 31 Mei 2025 malam.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 16:17 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Jalur Parungpanjang – Rumpin, Kabupaten Bogor, kembali menelan korban jiwa. Satu orang tewas akibat terlindas truk muatan material tambang pada Sabtu 31 Mei 2025 malam.

"Korban meninggal di lokasi kejadian akibat mengalami luka parah," kata Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ferdyan Mulya, dalam keterangannya, dikutip Senin (2/6/2025).

Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Muhamad Toha, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor sekitar pukul 22.30 WIB. Kejadian bermula, truk tronton dengan Nomor Polisi B 9565 UVX bergerak dari arah Parungpanjang menuju Tangerang.

Setiba di Kampung Sukamanah, Desa Parungpanjang, kondisi jalan menurun dan bergelombang. Tiba-tiba seorang pemuda yang menumpang truk tersebut jatuh lalu terlindas roda ban bagian belakang kiri kendaraan tersebut.

"Korban ini menumpang di atas truk, saat jalan bergelombang yang bersangkutan jatuh hingga terjadi kecelakaan," terangnya.

"Korban mengalami luka parah, bagian kepala dan badan hancur akibat terlindas truk," terangnya.

 

Dibawa ke RSUD Leuwiliang

Korban kemudian dibawa ke RSUD Leuwiliang untuk penanganan lebih lanjut. Sementara sang sopir berinisial J diamankan untuk dimintai keterangan.

"Kami masih mengidentifikasi jenazah korban dan melakukan pemeriksaan terhadap sopir truk," tukasnya.

Selang satu hari kemudian, beberapa elemen masyarakat berkumpul mengadakan aksi solidaritas dengan menyalakan lilin dan doa bersama untuk korban kecelakaan truk tambang. Mereka menggelar aksi di depan Kantor Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Minggu (1/6/2025).

Sejak pukul 19.00 WIB, warga mulai mendatangi lokasi. Mereka datang ada yang menggunakan sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

 

Parungpanjang Berkabung

Mereka juga membentangkan spanduk warna hitam dengan tulisan "Parungpanjang Berkabung".

Para peserta yang hadir sebagian besar menggunakan pakaian hitam. Mereka menyalakan lilin dan menabur bunga. Selanjutnya bersama-sama mendoakan korban kecelakaan.

Sebelumnya, kecelakaan maut yang melibatkan truk angkutan material tambang juga terjadi di ruas Jalan Raya Cicangkal, Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, pada (16/5/2025) sekitar pukul 14.00 WIB.

Seorang siswi SMK Permatasari berinisial NP meninggal dunia di lokasi kejadian. Pengendara motor ini tewas terlindas truk saat hendak pulang dari sekolah.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6