Korlantas Mulai Tahap Sosialisasi Menuju Zero ODOL, Ini Target yang Disasar

Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mensosialisasikan Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) pada Minggu, 1 Juni 2025. Rencana sosialisasi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh.

Diterbitkan 02 Juni 2025, 15:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mulai mensosialisasikan Zero Over Dimension and Over Loading (ODOL) pada Minggu, 1 Juni 2025. Rencana sosialisasi ini akan berlangsung selama satu bulan penuh.

“Sosialisasi ini akan berlangsung selama 30 hari ke depan, dan merupakan fase krusial dalam pelaksanaan rencana aksi menuju zero over dimension and over loading yang telah dirancang secara menyeluruh,” ucap Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho kepada wartawan, Senin (2/6/2025).

Agus menerangkan, sosialisasi ini bakal menargetkan pemutakhiran data intelijen lalu lintas. Khususnya data kepemilikan kendaraan yang terindikasi tidak sesuai dengan ketentuan dimensi kendaraan (Over Dimension) di seluruh wilayah Indonesia.

“Peningkatan kesadaran dan pendekatan persuasif, yaitu melalui penyampaian informasi, imbauan, dan edukasi langsung kepada para pengemudi dan pemilik kendaraan mengenai rencana aksi yang akan dilaksanakan,” kata dia.

Sosialisasi ini dinilai penting, sebab agar dapat membangun pemahaman dan partisipasi dari masyarakat. Terkhusus para pelaku usaha dalam mendukung perubahan menuju sistem transportasi yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

 

Dukung Ketertiban Lalu Lintas

Agus berharap para pemilik kendaraan dapat melakukan normalisasi terhadap kendaraannya yang tidak sesuai ketentuan. Dalam rangka mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas di jalan.

“Menuju Indonesia zero over dimension and over loading bukan hanya upaya penegakan hukum. Tetapi juga gerakan bersama untuk menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas nasional,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan masalah truk over dimension and over load (ODOL) atau truk ODOL sebelum tahun 2026.

Target tersebut diumumkan usai rapat koordinasi lintas sektor yang melibatkan kementerian/lembaga, pelaku usaha, serta asosiasi logistik.

"Saya malah berharap lebih cepat lebih baik ya (target zero ODOL)," ujar Menhub Dudy ditemui Liputan6.com di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (23/5/2025).

Meskipun pelaku usaha memberikan sejumlah masukan, Dudy berharap hal tersebut tidak menghambat pencapaian target Zero ODOL.

Asosiasi Logistik Dilibatkan dalam Diskusi Kebijakan

Sebagai bagian dari pendekatan kolaboratif, Kementerian Perhubungan turut melibatkan berbagai asosiasi logistik dalam rapat koordinasi.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat, Ahmad Yani, membenarkan bahwa asosiasi ikut diundang dalam pembahasan solusi penanganan truk ODOL.

“Kita mengundang asosiasi juga,” kata Yani. Dengan melibatkan para pelaku industri secara langsung, diharapkan kebijakan Zero ODOL dapat diterapkan dengan lebih efektif dan diterima oleh seluruh pihak terkait.

 

Reporter: Rahmat Baihaqi

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6