Jemaah Haji Lansia Asal Bulukumba Tersasar di Madinah

Dalam unggahan tersebut, seorang kakek yang mengenakan peci hitam dan slayer warna hijau bertuliskan Kloter 14 UPG berjalan sendirian dibujuk seorang petugas agar mau diantarkan kembali ke arah hotel.

Diperbarui 13 Mei 2025, 10:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video yang diunggah akun TikTok @musafirmekkah_12 yang merekam seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan menjadi viral. Dalam unggahan tersebut, seorang kakek yang mengenakan peci hitam dan slayer warna hijau bertuliskan Kloter 14 UPG berjalan sendirian dibujuk seorang petugas agar mau diantarkan kembali ke arah hotel.

Saat membujuk kakek tersebut, petugas yang tak menyebutkan namanya menyatakan bahwa si kakek berjalan jauh menuju Jabal Uhud, bukan ke hotel ataupun Masjid Nabawi di Madinah. Berulang kali petugas itu mencoba meyakinkan bahwa kakek tersebut tersasar dan mau untuk diantarkan. Tetapi, kakek itu berulang kali pula menepis tangan petugas yang berusaha menggandengnya.

"Ayo pak, saya anterin. Jangan ke sana, itu jauh, sudah Jabal Uhud," kata petugas tersebut.

Bujukan petugas akhirnya berhasil meluluhkan kakek tersebut. Cuplikan video menyorot kakek dimaksud sudah berada di dalam bus. Suara pria tersebut menjelaskan bahwa kakek itu tidak membawa kartu identitas apapun kecuali syal yang melingkar di lehernya.

Terkait hal itu, Ketua Kloter 14 UPG Ardiansyah mengonfirmasi bahwa jemaah lansia yang tersasar di Madinah bernama Puang Tamma. Ia menjelaskan bahwa kakek itu tersasar setelah menunaikan salat Subuh di Masjid Nabawi pada Minggu, 11 Mei 2025. Berdasarkan penelusuran Liputan6.com, rombongan Kloter 14 UPG baru tiba di Madinah pada Sabtu malam, 10 Mei 2025.

"Kami tiba di Hotel Fairos Golden Madinah sekitar pukul 1 dini hari WAS (Minggu, 11 Mei 2025). Kemudian setelah pembagian akomodasi dan beristirahat sejenak, jemaah kemudian salat subuh berjemaah di Masjid Nabawi. Jadi ini merupakan salat subuh pertama jemaah Kloter 14 di Masjid Nabawi," ia menerangkan dalam rilis Media Center Haji 2025 pada Selasa, 12 Mei 2025.

Tersasar 1,5 Kilometer dari Hotel

Ardi mengaku sudah menerangkan rute pulang dari Masjid Nabawi ke hotel tempatnya menginap kepada setiap jemaah. Namun karena itu pengalaman mereka di Madinah, banyak jemaah kebingungan, termasuk Puang Tamma. Ia juga menyebut seorang petugas sempat menemukannya kebingungan tetapi jemaah itu tidak mau berhenti.

"Setelah share lokasi dan saya cek di Google Maps, jaraknya dari hotel kami itu memang agak jauh, sekitar 1,5 kilometer. Dan beliau ini tidak mau diam di tempatnya tapi terus berjalan sehingga lokasinya berpindah-pindah," kata Ardi.

Petugas yang pertama menemukannya kemudian kehilangan jejak karena kakek itu terus berjalan menjauhi petugas. Ardi kemudian mencarinya dibantu pembimbing ibadah KBIH dan petugas PHD Kloter 14 UPG di sekitar Masjid Nabawi tetapi tidak berhasil menemukannya hingga pukul 9 pagi.

"Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk menuju ke kantor Sektor 4 Madinah, tempat Kloter 14 UPG berada untuk melaporkan kejadian tersebut dan membantu pencarian," sambungnya.

Ditemukan Kelelahan

Ketika menuju kantor sektor itulah, Ardi dan teman-temannya berpapasan dengan petugas yang hendak mengantar Puang Tamma ke hotel tempat menginapnya. Saat ditemukan di hotel, kata Ardi, kondisi kakek itu sudah kelelahan.

"Beliau langsung saya antar ke kamarnya dan memberinya makan karena kondisinya sudah kelelahan, setelah makan dan diperiksa dokter kloter, beliau kemudian istirahat dan dokter kloter kemudian berkoordinasi dengan KKHI untuk penanganan beliau lebih lanjut," dia menerangkan.

Sekitar pukul 14.00 WAS, Puang Tamma dijemput oleh petugas medis KKHI hotel menggunakan ambulans dan dirujuk ke KKHI untuk diperiksa lebih lanjut.

"Saat ini, jemaah tersebut sudah berada di hotel dan berkumpul kembali dengan rombongan kloter 14 UPG," katanya.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6