Wakili Presiden Prabowo, Mensesneg Minta Maaf Listrik di Bali Sempat Blackout

Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan semua listrik di Pulau Bali sudah kembali normal pada Jumat malam.

Diperbarui 02 Mei 2025, 22:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mewakili Presiden Prabowo Subianto meminta maaf atas pemadaman listrik total atau blackout di Pulau Bali, Jumat (2/5/2025) sore. Dia memastikan pemerintah terus memantau proses pemulihan listrik.

"Sekali lagi kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat Bali atas kejadian pada sore hari ini," kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (2/5/2025).

Menurut dia, semua listrik di Pulau Bali sudah kembali normal pada Jumat malam ini. Prasetyo memastikan pelayanan publik kembali normal secepatnya.

"Pemerintah terus memantau proses pemulihan secara intensif dan akan memastikan bahwa layanan publik kembali berjalan normal secepat mungkin," ujar Mensesneg.

Berdasarkan laporan yang diterima Prasetyo, pemadaman listrik terjadi akibat gangguan pada kabel laut yang menghubungkan sistem kelistrikan Pulau Jawa dan Bali.

Gangguan tersebut menyebabkan trip pada seluruh pembangkit listrik di sistem Bali, sehingga memicu pemadaman luas di sejumlah wilayah.

 

RS hingga Bandara Sempat Terganggu

Wilayah terdampak mencakup Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan. Beberapa fasilitas strategis seperti rumah sakit dan bandara sempat terganggu, namun langsung menjadi prioritas utama dalam proses pemulihan.

Dia mengapresiasi respons cepat dan kerja keras jajaran PT PLN (Persero) dalam memulihkan kondisi sistem kelistrikan di Bali. Saat ini, pemulihan listrik terus dilakukan secara bertahap.

"Dalam waktu sekitar 45 menit, jajaran PLN berhasil memulihkan sebagian besar pasokan listrik di Bali. Pemulihan masih terus dilakukan secara bertahap, dengan tetap mengutamakan stabilitas dan keselamatan sistem," jelas dia.

"Atas nama Presiden dan pemerintah, kami menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan komitmen rekan-rekan PLN di lapangan," sambung Prasetyo.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6