Sukses

Gempa Hari Ini Selasa 7 November 2023 Guncang Banda Aceh, Jayapura, dan Sumba Barat Daya NTT

Saat gempa magnitudo 5 mengguncang Banda Aceh, BMKG melaporkan getarannya terasa hingga Aceh Besar dan Banda Aceh dalam skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Liputan6.com, Jakarta Gempa bumi kembali menggetarkan sejumlah wilayah di Indonesia hari ini, Selasa (7/11/2023). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ada tiga gempa yang terjadi hingga pukul 19.40 WIB.

Pertama mengguncang Banda Aceh dengan kekuatan magnitudo 5, Kota Jayapura, Papua magnitudo 3,8, dan Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT) magnitudo 5,0.

Saat gempa bumi mengguncang Banda Aceh, BMKG melaporkan getarannya terasa hingga Aceh Besar dan Banda Aceh dalam skala II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Lindu terjadi pada pukul 04:12:47 WIB

"Pusat gempa berada di laut 156 km barat daya Banda Aceh," jelas BMKG.

Sementara, lokasi gempa terletak pada koordinat titik 5,3 Lintang Utara (LU) dan 93,94 Bujur Timur (BT). Dengan gempa berada dikedalaman 10 kilometer.

Gempa hari ini lainnya getarkan Kota Jayapura, Papua. Saat gempa bermagnitudo 3,8 terjadi, guncangannya terasa dalam skala II MMI di Kabupaten dan Kota Jayapura.

Ada pun pusat gempa terjadi di darat dengan kedalaman 10 kilometer dan lindu dilaporkan BMKG terjadi pada pukul 10:28:31 WIB.

BMKG juga menginformasikan bahwa lokasi gempa terletak pada koordinat titik 2,45 LS dan 140,57 BT. Atau lebih tepatnya di 19 km barat laut Kota Jayapura.

Berselang dua jam, wilayah Indonesia ketiga yang diguncang gempa hari ini adalah Sumba Barat Daya, NTT.

Berdasarkan laman resminya BMKG menyebut lindu terjadi pada pukul 12:36:38 WIB dengan magnitudo 5,0.

Lokasinya terletak pada koordinat titik -10,24 LU dan 118,07 BT dengan gempa tercatat dikedalaman 10 kilometer. Atau tepatnya 124 km barat daya Kodi, Sumba Barat Daya.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Gempa Bumi Adalah

Apa Itu Gempa Bumi?

Untuk diketahui, gempa bumi adalah bencana alam yang bersifat merusak. Fenomena ini bisa terjadi setiap saat dan berlangsung dalam waktu singkat. Dan Indonesia termasuk wilayah rawan akan bencana gempa.

Gempa bumi adalah bencana yang bisa menyebabkan kerugian nyawa dan materil.

Menurut WHO, secara global gempa bumi menyebabkan 750 ribu kematian selama kurun 1998-2017. Lebih dari 125 juta orang terkena dampak gempa bumi selama periode ini.

Tanggap Bencana Gempa Bumi

Meski tak bisa dicegah, gempa bumi adalah bencana yang bisa dihadapi. Salah satu cara menghadapi gempa bumi adalah tanggap akan bencana gempa bumi.

Contoh tanggap gempa bumi adalah mengetahui prosedur evakuasi dan mematuhi pedoman keselamatan ketika bencana ini datang. 

Menurut BNPB, gempa bumi adalah getaran atau guncangan yang terjadi di permukaan bumi yang disebabkan oleh tumbukan antar lempeng bumi, patahan aktif, akitivitas gunung api atau runtuhan batuan.

Menurut BMKG, gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditandai dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi.

Menurut WHO, gempa bumi adalah guncangan hebat dan tiba-tiba dari tanah, yang disebabkan oleh pergerakan antara lempeng tektonik di sepanjang garis patahan di kerak bumi. Gempa bumi dapat mengakibatkan goncangan tanah, likuifaksi tanah, tanah longsor, retakan, longsoran, kebakaran dan tsunami.

3 dari 3 halaman

Sebelum, Saat dan Setelah Terjadi Gempa Bumi

Lantas, apa saja yang perlu diperhatikan saat gempa mengguncang wilayah Indonesia?  

Sebelum Terjadi Gempa

  • Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempa bumi.
  • Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.
  • Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.
  • Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempa bumi.
  • Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah.
  • Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempa bumi terjadi.
  • Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.
  • Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air. 

Saat Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.
  • Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.
  • Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.
  • Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.
  • Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa

  • Jika Anda berada di dalam bangunan, keluar dari bangunan tersebut dengan tertib. Jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa. Periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K, telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.
  • Periksa lingkungan sekitar Anda. Apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.
  • Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.
  • Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.
  • Dengarkan informasi mengenai gempa bumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.
  • Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.
  • Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.