Liputan6.com, Jakarta Diduga terjadi kekerasan terhadap anak terjadi di kawasan Kembangan, Jakarta Barat. Kejadian ini viral di media sosial, di mana korban merupakan pengamen anak-anak.
Adapun, anak tersebut diduga habis dipukuli orang seorang wanita yang dinarasikan sebagai ibu kandungnya.
Dilihat dari rekaman video, sejumlah warga mencoba meredam emosi wanita yang disebut-sebut sedang memukul anak kecil berkaos hijau.
Advertisement
Namun, wanita itu malah marah-marah. Bahkan, dengan sesumbar tak takut jikalau permasalahan ini dibawa ke kepolisian.
"Ini anak gua. Mau panggil polisi, panggil gua tungguin. Gua gak takut," wanita itu berteriak-teriak.
Tak lama setelah itu, wanita itu pun menuntun sang anak untuk meninggalkan lokasi.
Terkait kejadian ini, Kapolsek Kembangan Kompol Ubaidillah mengatakan, pihaknya masih mendalami peristiwa yang terjadi.
Â
Dibantu Satpol PP
Dibantu Satpol PP akan menelusuri wanita yang nampak pada video. Diduga wanita itu hidup menggelandang.
"Kita masih cari pelakunya bersama Satpol PP karena statusnya gelandangan, masih dicari-cari rumahnya," ujar dia.
Ubaidillah memastikan, akan meminta klarifikasi kepada ibu-ibu tersebut atas insiden yang terjadi.
"Kalau ketemu ibu-ibu itu, akan kita bawa ke Polsek. Bila sudah ada nanti kita kabari," ujar dia.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329037/original/095568800_1787217508-Screenshot_2026-08-20_160444.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309638/original/028473800_1785232963-cek_fakta_-_bansos_balita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5526386/original/065611600_1773119349-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-03-10T120535.465.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3615073/original/050598500_1635358078-e3ccefe5-df4e-4ef9-bbdb-5dfbb1baef97.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1371647/original/089298800_1476255507-DKI_Jakarta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264223/original/049215800_1782099834-IMG_1416_1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519380/original/050878100_1782446120-Apple_Store_di_Taiwan_01.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5377232/original/027954900_1760081964-IMG_0592.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328900/original/006053000_1787213140-IMG_4022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328860/original/084945100_1787211240-IMG_4023.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328296/original/070514400_1787159940-potensi_hujan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3938376/original/004974400_1645165608-20220218-Waspada_Cuaca_Ekstrem_di_Jakarta-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315376/original/025934300_1785836354-181415.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9327697/original/096687000_1787120313-email-attachment_2026_08_19_deviraprastiwi-at-klyid_pramono-ungkap-sulitnya-modifikasi-cuaca-di-jakarta-saat-musim-kemarau_IMG_3192.jpeg)